اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ.
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala!
Tiga hari yang lalu, kita telah memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah kita. Bulan yang sarat akan makna, bulan hijrahnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa monumental yang menjadi titik balik bagi peradaban Islam. Muharram bukan sekadar pergantian tahun, ia adalah undangan ilahi untuk melakukan introspeksi diri, menengok kembali langkah-langkah kita di tahun yang lalu, dan memproyeksikan harapan menuju masa depan yang lebih baik.
Di awal tahun baru ini, mari kita merenungi satu pertanyaan penting: "Sudah sejauh manakah kita melangkah dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala?" Seberapa banyak dosa yang telah kita kumpulkan, dan seberapa banyak pula amal kebaikan yang telah kita persembahkan? Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim:
وَاِتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ࣖ
"Dan waspadalah pada hari (ketika) kamu semua akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap jiwa akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak akan dizalimi." (QS. Al-Baqarah: 281)
Ayat ini membentang di hadapan kita sebagai pengingat akan hari pertanggungjawaban yang pasti akan datang. Setiap rakaat shalat yang kita dirikan, setiap huruf Al-Qur'an yang kita baca, setiap sedekah yang kita berikan, telah dicatat dan akan dibalas. Namun, sebaliknya, setiap detik kelalaian, setiap bisikan maksiat, setiap tutur kata yang menyakitkan, juga telah terhimpun. Apakah timbangan kebaikan kita lebih berat dari keburukan? Sungguh, hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Barangsiapa yang pada pagi hari menjadi mukmin dalam keadaan aman dari dirinya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk sehari, maka seolah-olah dunia seisinya telah dikumpulkan untuknya."
Hadits ini mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang kita miliki. Namun, seringkali kita terlena, lupa bahwa kesehatan, keamanan, dan rezeki yang kita nikmati adalah titipan dari Allah. Kita sibuk mengejar dunia, melupakan bekal akhirat. Kita pandai menghitung untung rugi dalam urusan duniawi, namun lalai menghitung jumlah dosa yang semakin menumpuk.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bulan Muharram ini, mari kita jadikan momentum untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Mari kita perbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah Ta'ala. Ingatlah kisah Nabi Adam 'alaihissalam yang memohon ampunan atas khilafnya hingga akhirnya diampuni oleh Allah. Ingatlah bagaimana Allah Maha Pengampun, bahkan taubat seorang pendosa sekalipun akan disambut dengan tangan terbuka.
Adakah di antara kita yang hari ini merasa berat untuk beranjak dari tempat maksiat? Adakah hati yang telah mengeras karena terbiasa melanggar perintah Allah? Janganlah berputus asa. Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
Lihatlah betapa Maha Luas Rahmat Allah! Ampunan-Nya terbentang untuk semua jenis dosa, tak terkecuali dosa-dosa yang telah kita lakukan berulang kali. Kunci satu-satunya adalah niat yang tulus untuk bertaubat dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali.
Mari kita mulai muhasabah diri ini dengan jujur. Di manakah kita berdiri di hadapan Allah? Apakah kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat-Nya, atau justru yang kufur terhadapnya? Apakah kita menggunakan waktu yang Allah berikan untuk menebar kebaikan, atau malah menyia-nyiakannya untuk kemaksiatan?
Wahai saudaraku seiman, mari kita renungi kembali hakikat kehidupan dunia ini. Ia adalah ladang untuk menanam amal, jembatan menuju akhirat. Jangan sampai kita kelak menyesal di tepi jurang kematian, ketika kesempatan untuk memperbaiki diri telah tertutup rapat.
Bibir kita mungkin lancar mengucapkan kalimat taubat, namun hati kita masih terpaut pada dunia. Tangan kita mungkin telah tergerak untuk bersedekah, namun kaki kita masih gemar melangkah ke tempat-tempat yang dimurkai Allah. Inilah yang dinamakan kemunafikan dalam amal, sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi jiwa kita.
Ma'asyiral Muslimin yang berbahagia,
Muharram ini adalah panggilan untuk kembali kepada fitrah kita sebagai hamba Allah. Memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta, dan memperbaiki interaksi kita dengan sesama. Dengan semangat hijrah, mari kita bertekad meninggalkan kebiasaan buruk, menabur benih kebaikan, dan merajut ukhuwah yang kokoh dalam bingkai iman.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa membimbing hati kita, membersihkan jiwa kita, dan menerima setiap amal kebaikan kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ