اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
(Wahai sekalian kaum muslimin, saya berwasiat kepada kalian dan diri saya sendiri untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Dan Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.")
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ada satu amanah terindah dari Sang Pencipta, yang seringkali kita terima tanpa persiapan yang memadai, namun seringkali pula kita lupakan dalam kesibukan dunia. Ia adalah amanah yang akan menjadi saksi, penolong, atau bahkan penuntut kita di hadapan Allah kelak. Ia adalah anak-anak kita. Dengarkanlah, wahai jiwa-jiwa yang merindu rahmat Rabbnya, sebuah suara yang merintih dari lubuk hati yang paling dalam, suara kesedihan yang mengiris tatkala melihat generasi penerus kita tercerabut dari akar spiritualnya.
Lihatlah mata polos itu, yang seharusnya dipenuhi cahaya iman, kini seringkali disilaukan gemerlap dunia maya. Sentuhlah tangan mungil itu, yang seharusnya digenggam erat untuk diajari mengaji, kini lebih sering menggenggam gawai yang membius akal. Di mana sentuhan kasih sayang seorang ibu yang mengajarkan makna sujud? Di mana belaian ayah yang menanamkan adab menghormati orang tua dan guru? Di mana bisikan lembut yang menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?
Kita seringkali disibukkan dengan mengejar dunia, dengan membangun istana materi yang megah, namun terlena membangun istana iman dalam jiwa anak-anak kita. Kita penuhi perut mereka dengan makanan terbaik, namun kita kosongkan hati mereka dari kalam Ilahi. Kita ajari mereka ilmu duniawi, namun kita lupa menanamkan ilmu akhirat yang akan menyelamatkan mereka dari api neraka.
Betapa pedihnya hati ini saat mendengar sebuah hadits qudsi, firman Allah yang disampaikan melalui lisan baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah kenyataan yang mengiris kalbu. Fitrah suci yang dianugerahkan Allah, dapat ternoda dan terbengkokkan oleh kelalaian orang tua. Tanggung jawab besar ini terbeban di pundak kita. Bukan sekadar memberi makan, pakaian, dan pendidikan duniawi, namun yang terpenting adalah mendidik ruhani, menanamkan akidah yang kokoh, melahirkan budi pekerti mulia, dan membimbing mereka menuju jalan Allah yang lurus.
Bagaimana mungkin kita bisa memasrahkan masa depan anak-anak kita kepada kesibukan kita sendiri? Bagaimana mungkin kita membiarkan mereka tersesat dalam lautan kebingungan, sementara kita hanya menonton dari tepian dengan hati yang tak peduli? Renungkanlah, wahai saudara-saudariku. Ingatlah saat kita kelak dipanggil Allah. Apa yang akan kita jawab ketika ditanya tentang amanah yang telah dititipkan ini?
"Dan sesungguhnya mereka kepada Kami adalah termasuk orang-orang pilihan yang baik." (QS. Shad: 47)
Allah telah memilihkan anak-anak ini untuk kita. Bukan karena kehebatan kita, bukan karena kesalehan kita, melainkan sebagai ujian sekaligus sumber kebahagiaan abadi jika kita mendidik mereka dengan benar. Namun, jika kita lalai, maka mereka justru bisa menjadi sumber penyesalan yang tiada tara.
Lihatlah kisah Nabi Ibrahim alaihissalam, seorang khalilullah, kekasih Allah. Beliau tidak pernah lelah berdoa untuk keturunannya:
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
Doa ini tidak hanya terucap, tetapi dibarengi dengan tindakan nyata. Beliau mendidik Ismail agar takwa, bahkan siap mengorbankannya demi ketaatan kepada Allah. Itulah pendidikan yang sejatinya, pendidikan yang mengutamakan keridhaan Ilahi di atas segalanya.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Betapa sering kita melihat anak-anak menangis karena disakiti oleh temannya, namun jarang kita melihat mereka menangis karena jauh dari masjid. Betapa sering kita mendengar mereka bersorak gembira karena meraih nilai tertinggi dalam ujian dunia, namun jarang kita merasakan kebahagiaan melihat mereka fasih membaca ayat suci Al-Qur'an. Jiwa mereka haus akan siraman rohani, namun kita beri mereka racun tontonan yang merusak moral.
Wahai Rabb kami, ampuni kelalaian kami. Ampuni kami yang lebih mencintai dunia daripada akhirat anak-anak kami. Ampuni kami yang sibuk membangun kesuksesan dunia mereka, namun lupa membangun kesuksesan mereka di akhirat.
Sudahkah kita duduk bersimpuh bersama mereka, membuka lembaran-lembaran kitab suci, dan meneteskan air mata kerinduan kepada Allah bersamanya? Sudahkah kita bercerita tentang perjuangan Rasulullah, mengobarkan semangat cinta kepada beliau di relung jiwa mereka? Sudahkah kita mencontohkan akhlak mulia, kesabaran, dan ketawakalan kepada Allah dalam setiap ucapan dan tindakan kita?
Jika belum, maka tangisilah diri kita. Tangisilah kelalaian kita. Sesungguhnya, penderitaan di dunia ini tak sebanding dengan penyesalan di akhirat kelak. Suara tangis anak-anak kita di akhirat nanti, karena kita telah menyesatkan mereka, akan menjadi luka yang tak tersembuhkan.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dengan segala kerendahan hati. Jadikanlah anak-anak kami penyejuk mata bagi kami di dunia dan di akhirat. Jadikanlah mereka hamba-hamba-Mu yang taat, yang senantiasa mencintai-Mu dan Rasul-Mu.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ