اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang menggenggam setiap denyut nadi kehidupan dan membagikan perbendaharaan rezeki di langit dan di bumi. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sosok manusia termulia yang paling lembut hatinya terhadap keluarganya.
Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada segenap jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa yang bukan hanya terucap di lisan ketika berada di masjid yang mulia ini, melainkan takwa yang hadir dalam perlakuan kita, kelembutan kita, dan tanggung jawab kita di dalam bilik-bilik rumah tangga kita.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Pernahkah kita merenung di tengah keheningan malam, mengapa langkah kaki kita terasa begitu berat? Mengapa peluh yang kita peras dari pagi hingga petang seakan menguap tanpa bekas? Rezeki yang kita kejar seolah menjauh, atau harta yang melimpah terasa hampa tanpa keberkahan, kering dari ketenangan, dan dipenuhi pertikaian?
Kita sering menduga bahwa rezeki semata-mata adalah hasil dari kecerdasan akal dan kekuatan fisik kita. Kita lupa bahwa ada kunci-kunci langit yang sering kita abaikan di dalam rumah kita sendiri. Ketahuilah, wahai para suami, bahwa di balik lapangnya rezeki seorang laki-laki, tersimpan rahasia besar: ridha dan ketulusan hati wanita yang telah dihalalkan baginya, yaitu istri kita tercinta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Dan bergaullah dengan mereka secara patut dan baik.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Istri bukanlah sekadar pendamping hidup biasa. Ia adalah amanah agung yang kita ambil dari orang tuanya dengan menyebut nama Allah yang Maha Suci. Ia rela meninggalkan rumah tempat ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang, meninggalkan kedua orang tuanya, demi mengabdikan seluruh hidupnya kepada kita, mendampingi kita dalam suka maupun duka.
Namun, betapa sering kita melupakan air mata yang tersembunyi di sudut matanya? Betapa sering seorang suami pulang ke rumah dengan wajah yang masam, melontarkan kata-kata yang menusuk sanubari, pelit dalam memberi nafkah, namun menuntut kesempurnaan pelayanan?
Duhai para hamba Allah... bagaimana mungkin pintu langit akan terbuka untuk menurunkan rezeki yang berkah kepada seorang suami, jika di dalam rumahnya ada hati yang sedang hancur lebur menahan perih akibat perbuatannya? Bagaimana mungkin rezeki kita akan dilapangkan, jika setiap malam ada air mata seorang istri yang menetes ke atas sajadahnya, menahan kesedihan atas kezaliman dan kekasaran suaminya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memperingatkan kita dengan sabdanya yang sangat menyentuh:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.
Beliau juga berpesan di saat-saat terakhir kehidupannya yang mulia:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Aku wasiatkan kepada kalian, berbuat baiklah kepada wanita.
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah...
Ketahuilah, rezeki suami terikat erat dengan kebahagiaan hati istrinya. Ketika seorang suami membahagiakan istrinya, memuliakannya, berlemah lembut kepadanya, dan mencukupi nafkahnya dengan penuh ketulusan, maka hati sang istri akan dipenuhi rasa syukur.
Di sepertiga malam yang sunyi, ketika kita terlelap dalam lelah, kedua tangan yang letih itu terangkat ke langit. Dari lisan yang tulus itu mengalir doa-doa yang menggetarkan pintu 'Arsy: "Ya Allah, berkahilah suamiku, sehatkanlah badannya, lapangkanlah rezekinya, dan lindungilah ia dalam setiap langkahnya..."
Demi Allah, doa tulus dari seorang istri yang bahagia adalah senjata yang menembus langit ketujuh, menjadi pembuka pintu-pintu rezeki yang tak pernah kita duga arah datangnya. Setiap suapan rezeki halal yang kita berikan dengan senyuman dan kasih sayang, akan diganti oleh Allah dengan berlipat ganda keberkahan.
Sebaliknya, takutlah kita kepada murka Allah. Jangan sampai di hadapan pengadilan akhirat kelak, wanita yang kita panggil istri justru menjadi penuntut terberat kita, yang mengadu kepada Allah bahwa nafkahnya kita tahan, perasaannya kita remukkan, dan hak-haknya kita sia-siakan.
Ma'asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah...
Sebelum terlambat, sebelum ajal memisahkan kita dari mereka, atau sebelum Allah mencabut keberkahan hidup kita, mari kita tatap kembali wajah istri kita. Lihatlah guratan lelah di wajahnya, lihatlah tangannya yang telah merawat anak-anak kita. Pulanglah hari ini dengan niat tulus untuk memuliakannya. Mintalah maaf atas setiap kata kasar yang pernah melukai hatinya. Basuhlah air matanya dan bahagiakanlah ia di jalan Allah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita sebagai kepala rumah tangga, melembutkan hati kita, dan membuka seluas-luasnya pintu rezeki dan rahmat-Nya untuk keluarga kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ