Logo Kangsantri AI

Sabar Hadapi Ujian Ilahi

Khutbah Jumat
S
syahputra
25 September 2026 3 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ . الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang bukan hanya terucap di lisan ketika hidup kita bergelimang kemudahan, melainkan takwa yang tetap kokoh berakar di dalam dada tatkala badai ujian dan kepedihan hidup datang silih berganti menghantam jiwa kita.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Duduklah sejenak di rumah Allah ini dengan menanggalkan segala kepalsuan dunia. Betapa sering di antara kita yang melangkahkan kaki ke masjid ini membawa hati yang hancur berkeping-keping. Ada air mata yang sengaja kita sembunyikan rapat-rapat dari pandangan manusia. Ada jeritan batin dalam kesunyian malam yang tidak pernah didengar oleh siapa pun. Ada luka kehilangan orang-orang tercinta yang tak kunjung pulih, ada sakit yang menahun, ada himpitan ekonomi yang mencekik dada, dan ada doa-doa yang bertahun-tahun kita panjatkan namun seolah belum menampakkan jawabannya.

Kita merasa lelah, jiwa kita rapuh, dan seringkali kita bertanya dalam keputusasaan: "Wahai jiwa yang malang, sampai kapankah kepedihan ini akan berakhir?"

Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah yang sedang dirundung duka, dunia ini memang tidak pernah Allah ciptakan sebagai tempat peristirahatan abadi yang luput dari derita. Dunia ini adalah negeri ujian. Namun renungkanlah dengan kelembutan imanmu, bahwa Allah tidak pernah menguji seorang hamba karena membencinya. Justru di balik air mata yang mengalir deras di pipimu, Allah sedang merindukan rintihan taubat dan munajatmu di keheningan sepertiga malam terakhir.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

Sesungguhnya besarnya balasan pahala itu sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Bila hari ini hatimu terasa remuk redam, jika ujian hidup membuatmu tersungkur tak berdaya, jangan sekali-kali engkau berburuk sangka kepada Rabbmu. Pandanglah ujian itu sebagai pelukan kasih sayang Allah yang sedang menggugurkan tumpukan dosa-dosamu yang menggunung. Setiap tetes keringat kesabaranmu, setiap denyut rasa sakit di tubuhmu, bahkan setiap bulir air mata yang menetes membasahi sajadahmu di saat manusia lain terlelap tidur, semuanya berada dalam perhitungan dan tatapan Maha Pengasih Allah.

Nabi kita yang mulia, teladan agung umat manusia, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, manusia yang paling dicintai oleh Allah, adalah manusia yang paling berat menjalani ujian hidup. Beliau terlahir yatim, ditinggal wafat oleh ibunda tercinta, diusir dari tanah kelahirannya, dihina, dilempari batu hingga berdarah-darah, dan menguburkan putra-putri tercintanya dengan tangan beliau sendiri.

Tatkala putra beliau yang masih kecil, Ibrahim, menghembuskan nafas terakhir di pangkuannya, mengalirlah air mata dari pelupuk mata manusia termulia itu. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berucap dengan suara yang sarat keharuan namun penuh ketundukan:

إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا

Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih, namun kami tidak akan mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Sabar bukanlah berarti kita tidak boleh menangis. Menangislah di hadapan Allah. Tumpahkan seluruh kepedihan, kepasrahan, dan kelemahanmu hanya kepada-Nya. Namun jagalah lisanmu dari keluh kesah yang mencela takdir-Nya. Sambutlah setiap tetes takdir yang pahit dengan ucapan yang paling dicintai Allah: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. "Sesungguhnya kami adalah milik Allah semata, dan hanya kepada-Nyalah tempat kepulangan kami."

Katakan kepada jiwamu yang sedang berduka, bahwa kesedihan dunia ini hanyalah sementara. Sebentar lagi, ketika kaki kita telah menginjak pelataran surga, segala kepedihan, air mata, dan rasa sakit itu akan terhapus tuntas tanpa berbekas, digantikan dengan kebahagiaan abadi di sisi Allah Yang Maha Rahman.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran yang tiada batas ke dalam dada kami, dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →