اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengutus cahaya kebenaran ke tengah kegelapan dunia. Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah, sang pemilik syafaat, dan teladan abadi bagi seluruh umat manusia.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tiada bekal yang lebih mulia untuk menghadap Sang Khalik melainkan ketakwaan yang terpatri dalam sanubari.
Hari ini, mari kita menyelami samudra keindahan akhlak sang teladan melalui bait-bait cinta yang tertulis dalam Kitab al-Barzanji. Sebuah karya monumental dari Imam Ja'far al-Barzanji yang bukan sekadar catatan sejarah, melainkan untaian pujian yang lahir dari kekaguman yang mendalam terhadap sosok Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab tersebut, beliau digambarkan dengan untaian kalimat:
أَبْتَدِئُ اْلإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ مُسْتَدِرًّا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلَاهُ
"Aku memulai tulisan ini dengan menyebut nama Dzat Yang Maha Tinggi, seraya memohon curahan keberkahan atas apa yang telah Allah berikan dan anugerahkan."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Kitab Barzanji mengajarkan kita bahwa Rasulullah SAW adalah "Nur" atau cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Beliau digambarkan sebagai sosok yang secara fisik dan batiniah memancarkan keagungan. Imam al-Barzanji melukiskan keindahan Sang Nabi dengan kata-kata yang menggetarkan:
أَنْتَ شَمْسٌ أَنْتَ بَدْرٌ أَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرٍ
"Engkau bagaikan matahari, engkau bagaikan bulan purnama, engkau adalah cahaya di atas cahaya."
Metafora ini bukan sekadar pujian hampa. Matahari melambangkan sumber kehidupan dan petunjuk di siang hari, sementara bulan purnama menjadi pelita di tengah pekatnya kegelapan malam. Demikianlah Rasulullah SAW; beliau adalah teladan yang sinarnya tidak pernah redup. Dalam suka maupun duka, dalam damai maupun perang, akhlak beliau tetap bersinar, menuntun jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran.
Namun, keindahan yang paling ditekankan dalam pandangan Barzanji bukanlah sekadar fisik semata, melainkan keagungan akhlaknya yang "Mu'attar" atau harum semerbak. Keharuman nama Rasulullah bukan berasal dari minyak wangi duniawi, melainkan dari kelembutan tutur kata, ketulusan cinta kepada umatnya, dan kesabaran yang tiada bertepi menghadapi caci maki musuh-musuhnya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Marilah kita renungkan sejenak. Jika Kitab Barzanji melukiskan betapa indahnya teladan sang Nabi, sudahkah kita menjadikannya sebagai cermin dalam kehidupan kita?
Rasulullah SAW adalah sosok yang paling menghormati orang tua, paling menyayangi anak yatim, dan paling jujur dalam berniaga. Beliau adalah pemimpin yang tidak pernah kenyang sebelum rakyatnya merasa kenyang. Beliau adalah teladan yang ketika disakiti justru mendoakan hidayah bagi pelakunya.
Sebagaimana dikisahkan dalam riwayat yang menjadi inti dari Barzanji, ketika malaikat menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif yang melemparinya dengan batu hingga berdarah, beliau justru menjawab dengan penuh kasih: "Aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka keturunan yang menyembah Allah semata."
Inilah hakikat dari "Uswah Hasanah". Teladan yang tidak hanya kita baca dalam kitab-kitab Maulid, tidak hanya kita lantunkan dalam nada-nada lagu, tetapi teladan yang harus kita hidupkan dalam setiap helaan napas kita.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di akhir khutbah pertama ini, marilah kita bersimpuh memohon kepada Allah. Bayangkan jika saat ini kita berdiri di hadapan Rasulullah SAW, apakah kita akan merasa malu karena akhlak kita jauh dari apa yang beliau ajarkan? Ataukah kita akan merasa bahagia karena telah berusaha sekuat tenaga mengikuti jejak langkahnya?
Jadikanlah cinta kita kepada beliau sebagai penggerak untuk bertaubat. Mintalah kepada Allah agar hati kita dilembutkan seperti lembutnya hati sang Nabi, agar lisan kita terjaga seperti terjaganya lisan beliau, dan agar hidup kita menjadi berkah bagi sesama sebagaimana beliau adalah rahmat bagi semesta alam.
Semoga untaian sejarah dan pujian dalam Kitab Barzanji bukan hanya menjadi tradisi lisan, melainkan menjadi kompas yang mengarahkan hidup kita menuju rida Allah SWT.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ