اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ ۙ الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَ
"Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang." (QS. Al-Infitar: 6-7)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di hari yang mulia dan penuh berkah ini, marilah kita sejenak menanggalkan segala kebesaran semu duniawi, menundukkan pandangan, dan menghadapkan hati kita yang penuh noda kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bertakwalah kepada-Nya dengan sebenar-benar takwa, ketakwaan yang menggetarkan sanubari dan menyadarkan kita tentang hakikat diri kita yang sesungguhnya.
Ma'asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah...
Pernahkah kita sejenak berhenti di tengah hiruk-pikuk kesibukan dunia ini, menyendiri dalam heningnya malam, lalu bertanya dengan air mata yang menetes ke pangkuan: Siapakah kita sebenarnya?
Betapa seringnya kita tertipu oleh bayang-bayang diri kita sendiri. Kita merasa bangga dengan rupa yang menawan, merasa mulia dengan harta dan jabatan, lalu melangkah di atas muka bumi dengan dada membusung dan penuh keangkuhan. Namun sesungguhnya, siapakah kita sebelum semua ini ada?
Bukankah dahulu kita bukan siapa-siapa? Kita hanyalah setetes air yang hina, tidak berdaya, terbaring dalam kegelapan rahim yang sepi. Allah-lah yang dengan rahmat-Nya meniupkan ruh, mengalirkan darah, membentuk tulang, dan menganugerahkan sepasang mata untuk melihat serta telinga untuk mendengar. Tanpa belas kasih Allah, kita selamanya hanyalah ketiadaan yang tak bernilai.
هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" (QS. Al-Insan: 1)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Lalu mengapa setelah kita diberi wujud, diberi nafas kehidupan yang berharga, dan dilimpahi kenikmatan yang tiada tara, kita justru menjadi makhluk yang paling sering berpaling dari Penciptanya?
Kita gunakan mata pemberian-Nya untuk memandang yang haram, kita gerakkan lisan ini untuk mencela dan berdusta, kita langkahkan kaki menuju kemaksiatan, seolah-olah kita akan kekal hidup di dunia ini, seolah-olah kita tidak akan pernah dihisab di hadapan Pengadilan Maha Adil.
Hakikat hidup kita di dunia ini hanyalah seperti seorang musafir yang letih, yang singgah sejenak untuk berteduh di bawah naungan sebatang pohon, lalu bersiap untuk segera melanjutkan perjalanan panjangnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpesan kepada kita semua melalui nasihat beliau yang menyentuh kalbu:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara yang sekadar melintas jalan." (HR. Bukhari)
Ma'asyiral Muslimin yang senantiasa mengharap ampunan Allah...
Renungkanlah, wahai hamba Allah... Suatu hari nanti, waktu kita di dunia ini pasti akan habis. Nama yang kita banggakan takkan dipanggil lagi melainkan hanya sebutan "jenazah". Pakaian mewah yang kita kenakan akan dilucuti secara paksa, digantikan oleh beberapa lapis kain kafan putih polos tanpa kantong, tanpa perhiasan, dan tanpa kemegahan.
Saat tarikan nafas terakhir tersendat di kerongkongan, saat pandangan mata mulai membeku menatap langit-langit, saat sanak keluarga dan anak-anak tercinta menangis tersedu-sedu tanpa kuasa menolong kita walau sedetik pun... Di manakah kebanggaan kita saat itu? Di manakah harta yang kita kumpulkan siang dan malam dengan mengorbankan shalat kita?
Tubuh yang selalu kita rawat dan kita wangi-wangikan ini akan terbujur kaku diusung ke liang lahat yang sempit, gelap, dan berdebu. Dinding tanah akan merapat menghimpit, dan kita akan ditinggalkan sendirian di dalam perut bumi yang sunyi, ditemani cacing-cacing tanah, menanti hari pertanggungjawaban.
مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ
"Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain." (QS. Thaha: 55)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Sungguh, kita ini hanyalah hamba yang faqir, hamba yang lemah dan papa, yang setiap hembusan nafasnya berhutang budi pada belas kasihan Rabbul 'Alamin. Tiada kemuliaan dan kehormatan pada diri kita melainkan semata-mata karena Allah Yang Maha Lembut masih berbaik hati menutup aib-aib dan dosa-dosa kita dari pandangan manusia. Seandainya dosa-dosa kita mengeluarkan aroma busuk, niscaya takkan ada seorang pun di dunia ini yang sudi duduk di dekat kita.
Maka sebelum pintu taubat terkunci rapat, sebelum nafas sampai di tenggorokan, dan sebelum malaikat maut datang menjemput tanpa permisi, marilah kita bersimpuh dan tersungkur di hadapan Allah. Akuilah segala kehinaan diri kita di hadapan Kebesaran-Nya. Basuhlah jiwa yang kering dan kelam ini dengan derai air mata penyesalan.
Katakanlah dari lubuk hati yang paling dalam: "Ya Allah... ampunilah hamba-Mu yang berlumur dosa ini. Siapakah hamba jika Engkau mencampakkan hamba? Ke mana lagi hamba akan mencari perlindungan jika Engkau menutup pintu ampunan-Mu?"
Sesungguhnya Allah tidak pernah menolak hamba-Nya yang datang bersujud dengan hati yang hancur karena takut dan rindu kepada-Nya. Pintu rahmat-Nya senantiasa terbuka lebar bagi setiap jiwa yang ingin kembali dan pulang ke haribaan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ