Logo Kangsantri AI

Hijriah Refleksi Perubahan Diri

Khutbah Jumat
L
Labib Nubahai
5 Oktober 2026 5 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb pemilik semesta alam, yang dengan limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya masih menganugerahkan kepada kita nikmat iman, Islam, serta helaan napas kehidupan. Shalawat beriringkan salam semoga senantiasa tercurah ke haribaan junjungan kita, Baginda Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang senantiasa istiqamah meniti jejak risalah beliau hingga akhir zaman.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa dalam arti yang sesungguhnya: menjalankan segala titah perintah-Nya dengan penuh ketundukan, dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya dengan penuh keikhlasan. Sebab, tiada bekal yang paling hakiki untuk menghadap Sang Pencipta kelak selain bekal ketakwaan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari demi hari bergulir tanpa henti, bulan demi bulan silih berganti, dan kini kita telah menapaki lembaran baru dalam penanggalan Hijriah. Kehadiran Tahun Baru Hijriah sesungguhnya bukan sekadar pergantian angka di atas kalender, bukan pula sebuah seremoni yang berlalu tanpa makna. Setiap detik yang berdetak adalah pengurangan jatah umur kita di muka bumi. Setiap terbit dan tenggelamnya matahari sejatinya semakin mendekatkan kita ke pintu gerbang kematian, dan semakin mengantarkan langkah kita menuju kubur dan alam akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan kita dalam firman-Nya yang agung pada Surah Al-Hasyr ayat ke-18:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini merupakan seruan Ilahi yang amat mendalam bagi orang-orang yang berakal. Allah menegaskan kata takwa di awal dan di akhir ayat, seraya meletakkan perintah muhasabah (introspeksi diri) di tengah-tengahnya. Ini adalah isyarat bahwa kualitas takwa seseorang hanya akan teruji manakala ia senantiasa menoleh ke belakang, mengaudit masa lalunya, dan merencanakan perbaikan spiritualnya untuk menghadapi pengadilan akhirat kelak.

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah,

Peristiwa agung Hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak sejarah kalender Islam adalah simbol perjuangan dan transformasi total. Hijrah adalah metamorfosis jiwa dari kegelapan menuju cahaya, dari kebatilan menuju kebenaran, dan dari kehampaan menuju keridhaan Allah.

Maka di awal tahun yang baru ini, sebuah pertanyaan besar harus kita hadapkan ke dalam lubuk hati kita yang terdalam: Sudah sejauh mana perubahan kita? Sudah seberapa jauh diri kita berhijrah mendekati Allah?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menegaskan hakikat hijrah yang sesungguhnya bagi umat beliau di setiap zaman:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Hadits yang mulia ini menyingkap tabir bahwa hijrah bukanlah perpindahan fisik semata, melainkan perpindahan perilaku, akhlak, dan orientasi hidup. Hijrah adalah keberanian untuk meninggalkan kebiasaan maksiat, meninggalkan lisan yang gemar mencela dan menggunjing, meninggalkan harta yang haram dan syubhat, serta meninggalkan sifat riya', ujub, dan dengki yang merusak amal ibadah kita.

Ma’asyiral Muslimin hafizhakumullah,

Mari kita jujur kepada diri kita sendiri di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui rahasia hati.

Apakah shalat lima waktu kita di tahun-tahun lalu sudah kita dirikan dengan penuh kekhusyukan, ataukah masih sebatas gerakan raga yang hampa dari kehadiran jiwa? Apakah Al-Qur'an telah menjadi pedoman yang kita baca, kita tadabburi, dan kita amalkan, ataukah ia hanya menjadi pajangan berdebu di lemari rumah kita? Apakah rezeki yang kita bawa pulang untuk anak dan istri telah benar-benar bersih dari perkara yang haram, ataukah kita masih menutup mata demi mengejar fatamorgana dunia?

Renungkanlah, wahai hamba-hamba Allah. Berapa banyak sahabat, kerabat, dan saudara-saudara kita yang pada awal tahun lalu masih duduk bersimpuh bersama kita di masjid ini, namun hari ini mereka telah berbaring sunyi di dalam liang lahad yang sempit. Catatan amal mereka telah ditutup rapat, sedangkan buku catatan kita masih terbuka lebar. Namun, sampai kapankah pintu kesempatan ini akan terus terbuka bagi kita? Tidak ada seorang pun di antara kita yang memegang jaminan bahwa ia masih akan hidup hingga pergantian tahun berikutnya.

Jangan biarkan tahun baru Hijriah ini berlalu begitu saja layaknya tahun-tahun yang telah lewat, tanpa ada sedikit pun penyesalan dan perbaikan nyata. Jika di masa lalu kita lalai, jika di masa lalu tangan dan mata kita berlumuran dosa, maka janganlah pernah berputus asa. Pintu taubat Allah senantiasa terbentang luas menyambut hamba-Nya yang ingin kembali.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dengan penuh kasih sayang:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Jadikanlah momentum awal tahun Hijriah ini sebagai titik balik kehidupan kita. Mari kita bulatkan tekad untuk berhijrah: dari kemalasan ibadah menuju semangat taat, dari kegelapan maksiat menuju terang benderangnya istighfar dan taubat, dari cinta dunia yang berlebihan menuju kerinduan akan perjumpaan yang indah dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala di surga-Nya kelak.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →