اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sekalian, sidang Jumat yang berbahagia.
Pada hari yang mulia ini, di hadapan-Nya, kita berkumpul menghadap ke kiblat yang sama, mengharap curahan rahmat dan ampunan-Nya. Marilah kita renungkan hakikat keberadaan kita di dunia ini. Kita diciptakan bukan tanpa tujuan, dan kita hidup bukan tanpa pertanggungjawaban. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'anul Karim:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menegaskan bahwa inti dari penciptaan kita adalah ibadah, pengabdian total kepada Sang Pencipta. Dan setiap bentuk pengabdian itu datang bersama tanggung jawab. Tanggung jawab kepada Allah, tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga tanggung jawab kepada alam semesta yang telah dititipkan-Nya kepada kita.
Pernahkah kita berhenti sejenak merenungi, sejauh mana kita telah menunaikan amanah ini? Seberapa berat timbangan amal kebaikan kita dibandingkan keburukan? Kadang, kita melalaikan tanggung jawab kecil, seperti menjaga amanah titipan, menepati janji, atau bahkan sekadar tidak menyakiti hati sesama. Padahal, rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir (pemimpin) adalah pemimpin bagi rakyatnya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rumahnya dan anak-anaknya. Seorang pembantu adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas hartanya. Maka, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, setiap helaan nafas kita adalah sebuah akuntabilitas. Setiap langkah kaki kita adalah saksi di hadapan-Nya. Betapa beratnya beban ini jika dipikul di atas pundak yang rapuh ini tanpa pertolongan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah...
Tanggung jawab itu bukan beban yang harus membuat kita terpuruk, melainkan cambuk penyemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia adalah ujian. Apakah kita akan bersungguh-sungguh menjaga amanah, ataukah kita akan mengkhianatinya? Apakah kita akan berlari menjauh dari tanggung jawab, ataukah kita akan menghadapinya dengan gagah berani, sambil memohon pertolongan dari Allah Swt.?
Ketahuilah, setiap kelalaian kita adalah noktah hitam di hadapan-Nya. Setiap amanah yang terkhianati adalah luka yang akan terasa di akhirat kelak. Diriwayatkan bahwa kelak di hari kiamat, akan ada seseorang yang dipanggil, lalu ia disajikan amanah yang pernah dititipkan kepadanya, dan ia pun akan ditanya tentangnya. Jika ia jujur dalam menunaikannya, ia akan beruntung. Namun jika ia berkhianat, maka ancamannya adalah azab yang pedih.
Mari kita tadabburi sebuah perumpamaan. Bayangkan seorang nelayan yang diberi tanggung jawab untuk menangkap ikan. Jika ia hanya duduk santai, tidak mau menebar jala, tidak mau menghadapi ombak dan badai, maka ia tidak akan pernah mendapatkan ikan. Begitu pula kita, jika kita tidak mau berusaha, tidak mau berjuang, tidak mau berkorban dalam mengemban tanggung jawab yang telah Allah berikan, maka hidup kita akan hampa, tanpa makna, dan tanpa hasil yang berarti di sisi-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah...
Saat kita merenungi luasnya tanggung jawab ini, hati kita patut diliputi rasa khauf (takut) kepada siksa-Nya atas kelalaian kita. Namun, pada saat yang sama, mari kita pancarkan pula harapan (raja') agar Allah senantiasa memberikan kekuatan, bimbingan, dan karunia-Nya agar kita mampu menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada kita dengan sebaik-baiknya.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian. Seringkali kita hanyut dalam kesibukan duniawi, lupa bahwa setiap detik adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Lupa bahwa setiap harta yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Lupa bahwa setiap ucapan yang terucap akan menjadi saksi.
Mari, dengan sisa umur yang masih Allah berikan, kita bangkit dari kelalaian. Kita perbaiki diri, kita tunaikan hak-hak Allah dan hak-hak sesama. Mari kita jadikan tanggung jawab ini sebagai tangga menuju ridha-Nya, bukan sebagai jurang kegelapan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ