Logo Kangsantri AI

Tujuan Hidup Hakiki Umat Muslim

Khutbah Jumat
S
syahputra
1 Oktober 2026 3 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang telah mengaruniakan hembusan nafas, detak jantung, serta nikmat iman dan Islam yang tak terhitung nilainya.

Khatib berwasiat, khususnya kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita kepada Allah. Takwa yang bukan sekadar terucap di lisan, melainkan terpatri teguh di dalam sanubari dan terwujud nyata dalam ketundukan menjalankan setiap perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pernahkah sejenak di tengah keheningan malam, kita merenungkan satu pertanyaan mendasar yang menentukan seluruh perjalanan hidup kita: Untuk apa sesungguhnya kita dihadirkan di atas muka bumi ini?

Apakah kita lahir ke dunia hanya untuk sekadar mengejar tumpukan harta, memburu kehormatan jabatan, mengumpulkan kenikmatan fana, lalu kemudian tubuh kita terkubur di bawah tanah dan semuanya berakhir begitu saja?

Sungguh, Sang Pencipta Yang Maha Agung telah menegaskan bahwa penciptaan kita bukanlah sebuah kebetulan tanpa arti, dan bukan pula sebuah kesia-siaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Ayat yang mulia ini menggetarkan jiwa kita. Hidup ini bukan panggung sandiwara yang tanpa pertanggungjawaban. Keberadaan kita di dunia memiliki satu poros tujuan yang agung, yaitu mengabdikan seluruh dimensi hidup kita hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Hakikat ibadah bukanlah sekadar gerakan ritual di atas sajadah, melainkan penyerahan total seluruh jiwa, raga, niat, pekerjaan, dan muamalah kita agar senantiasa bernilai ketaatan kepada-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dunia yang begitu menyilaukan mata ini hakikatnya hanyalah tempat persinggahan sejenak. Ia adalah jembatan menuju keabadian, bukan tempat tinggal yang kekal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menancapkan hakikat ini ke dalam sanubari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, seraya bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara yang sedang melintas di jalan.

Ibarat seorang musafir yang berjalan di bawah terik matahari, dunia ini hanyalah sebatang pohon rindang tempat kita berteduh sesaat untuk mengumpulkan bekal. Betapa meruginya seorang musafir yang terlena dengan kenyamanan bayang-bayang pohon tersebut, hingga ia lupa akan kampung halaman sejatinya yang telah menanti.

Kehidupan dan kematian yang kita lalui adalah rangkaian ujian kesungguhan. Siapakah di antara kita yang paling tulus baktinya, dan siapa yang paling mulia amalnya di hadapan Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Berapa banyak jatah usia yang telah kita habiskan untuk mengejar dunia yang pasti akan kita tinggalkan? Dan seberapa banyak bekal yang telah kita siapkan untuk menyongsong negeri akhirat yang kekal abadi?

Kematian tidak pernah menunggu kita siap. Ajal tidak memandang usia muda ataupun tua, sehat ataupun sakit. Tatkala saat itu tiba, tidak ada satu pun harta yang mampu menebus kita, tidak ada jabatan yang mampu membela kita, kecuali hati yang selamat dan amal saleh yang ikhlas semata-mata karena Allah.

Maka di hari Jumat yang mulia dan penuh barakah ini, marilah kita luruskan kembali orientasi hidup kita. Mari kita kembali bersimpuh di hadapan Allah dengan penuh harap dan cemas. Pintu taubat-Nya senantiasa terbuka lebar bagi hamba-hamba-Nya yang ingin pulang dan memperbaiki diri. Jangan biarkan sisa nafas yang masih Allah titipkan berlalu dalam kelalaian. Jadikanlah setiap detik hidup kita sebagai sarana untuk menggapai ridha dan rahmat-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →