اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT.
Detik demi detik kehidupan kita bergulir, bulan demi bulan berganti. Tak terasa, lembaran kalender hijriyah kembali menunjukkan sebuah bulan yang agung dan penuh keberkahan, yaitu bulan Muharam. Bulan ini bukan sekadar bergulirnya waktu, melainkan sebuah undangan ilahi untuk merenungi jejak-jejak sejarah, memetik hikmah dari peristiwa-peristiwa lampau, dan memperbaharui tekad untuk meraih ridha Allah SWT.
Di antara seluruh hari di bulan Muharam, satu hari memiliki kedudukan istimewa, yaitu tanggal 10 Muharam, yang dikenal dengan sebutan Hari Asyura. Hari ini bukanlah hari tanpa makna, melainkan panggung sejarah spiritual yang dipenuhi pelajaran berharga bagi setiap muslim yang merindukan rahmat dan ampunan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
وَفِي ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَ
"Dan untuk yang demikian itu hendaklah orang berlomba-lomba." (QS. Al-Mutaffifin: 26)
Ayat ini menjadi seruan bagi kita untuk tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan emas yang dianugerahkan Allah. Hari Asyura adalah salah satu kesempatan itu. Ia bagaikan tapal kuda yang terlupakan namun memiliki kekuatan untuk menarik kereta kebaikan dari jurang kelalaian menuju puncak kejayaan spiritual.
Sejarah mencatat, pada hari Asyura Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Nuh AS dari banjir bandang yang dahsyat, menyelamatkan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Namrudz, dan membebaskan Nabi Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun yang zalim. Peristiwa-peristiwa mukjizat ini menjadi bukti nyata kekuasaan Allah dan janji-Nya untuk menolong para kekasih-Nya yang teguh di jalan kebenaran.
Rasulullah SAW sendiri, yang menjadi panutan kita, memberikan perhatian khusus pada hari Asyura. Beliau bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Bayangkan, sebuah amalan sederhana, yaitu berpuasa di hari Asyura, memiliki potensi untuk menghapus dosa-dosa setahun penuh. Ini bukan sekadar pengurangan dosa, tapi sebuah pembersihan jiwa, sebuah kesempatan untuk kembali suci, berlari menuju Allah dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kokoh.
Namun, saudaraku, janganlah kita menyikapi hari Asyura ini hanya dengan euforia sesaat atau sekadar meniru kebiasaan tanpa memahami hakikatnya. Jangan jadikan hari Asyura hanya sebagai hari peringatan tragedi yang menyayat hati, tanpa meresapi pelajaran penting di balik setiap musibah dan pertolongan Allah. Tangisan dan duka atas musibah adalah manusiawi, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dari keterpurukan, memperkuat keyakinan pada takdir Allah yang pasti baik, dan mengambil hikmah untuk kebaikan diri dan umat.
Mari kita jadikan semangat Hari Asyura ini sebagai titik tolak untuk introspeksi diri. Adakah kesalahan-kesalahan yang masih membelenggu langkah kita? Adakah dosa-dosa yang telah mengotori lembaran amal kita? Hari Asyura adalah undangan untuk membersihkan diri, memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Bukan hanya itu, Asyura juga mengingatkan kita untuk meneladani akhlak mulia para nabi dan rasul. Keteguhan Nabi Ibrahim dalam tauhid, keuletan Nabi Nuh dalam dakwah, dan keberanian Nabi Musa dalam menghadapi kezaliman, semuanya adalah cerminan dari cinta dan ketaatan kepada Allah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Sungguh, usia ini terlalu berharga untuk diisi dengan kesia-siaan. Lisan ini terlalu mulia untuk dihiasi kebohongan. Tangan ini terlalu bersih untuk digunakan dalam kezaliman. Segala potensi yang Allah anugerahkan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Hari Asyura adalah momentum untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berbakti, bersedekah kepada fakir miskin, menyambung silaturahmi, serta memperbanyak ibadah dan dzikir. Mari kita ubah makna Asyura dari sekadar hari biasa menjadi hari yang penuh dengan amalan shaleh yang mendatangkan keridhaan Allah.
Ingatlah, Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik kita, Maha Mendengar setiap bisikan hati kita. Dia tidak akan menyia-nyiakan sedikit pun dari amalan yang tulus. Maka, janganlah kita ragu untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, meraih ampunan-Nya, dan menyambut rahmat-Nya melalui setiap momen berharga yang telah Dia tetapkan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ