اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Hadirin, hadirat, kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah.
Burung terbang jika tak tergapai.
Hati merindu tak kunjung usai.
Sungguh alangkah meruginya insan,
Yang ilmunya tak pernah bertambah.
Saudaraku, pernahkah kita merenungi ayat yang baru saja kita dengar dalam Surat Az-Zumar ayat 9? Sebuah pertanyaan retoris yang begitu menohok hati. Allah berfirman, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
Sungguh, sebuah jurang pemisah yang lebar terbentang antara keduanya. Yang satu bagai lentera di kegelapan, menerangi jalan bagi dirinya dan orang lain. Yang lain terperosok dalam gulita, tak tahu arah, tersesat dalam kebingungan tiada akhir.
Dunia ini penuh dengan ujian, penuh dengan godaan. Tanpa ilmu, bagaimana kita bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil? Mana yang pahala dan mana yang dosa? Tanpa cahaya pengetahuan, akankah kita sanggup menapaki jalan yang lurus menuju surga-Nya? Bukankah hati yang kosong dari ilmu akan mudah diisi oleh kejelekan?
Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah akan mendapatkan kebaikan, niscaya Allah akan memberinya pemahaman dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim). Sungguh, nikmat pemahaman agama adalah sebaik-baik bekal. Ia bukan sekadar pengetahuan biasa, ia adalah cahaya yang membedakan kita dengan celeng dan babi hutan, membedakan kita dengan makhluk yang hanya mengikuti hawa nafsu.
Lihatlah para ulama kita terdahulu. Hidup mereka habiskan untuk mengaji, untuk belajar. Mereka menangis bukan karena takut mati, tetapi takut menemui Allah dalam keadaan bodoh. Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berkata, "Seandainya hilangnya kalung dari leherku lebih aku sukai daripada aku pulang ke rumah tanpa belajar satu ayat pun hari ini." Sungguh, sebuah kerugian yang tak terperi jika kita hari ini lebih memilih kesibukan dunia daripada ilmu akhirat.
Setiap waktu yang terbuang tanpa menambah ilmu adalah waktu yang hilang selamanya. Jangan sampai nanti di hari kiamat, kita menyesal meronta-ronta di hadapan Allah. "Ya Allah, mengapa tidak Engkau berikan aku kesempatan untuk belajar barang sebentar saja?" Padahal kesempatan itu telah Allah berikan berulang kali, namun kita enggan menjemputnya.
Mari, saudaraku. Mari kita bangkit dari kelalaian. Mari kita bersihkan hati dari kebodohan. Mari kita cari ilmu, meski hanya satu huruf, meski hanya satu ayat. Sedikit ilmu yang diamalkan jauh lebih baik daripada banyak ilmu yang tak terpakai. Mulailah dari diri sendiri, dari keluarga kita. Ajari anak-anak kita, ajak pasangan kita. Jadikan rumah kita taman-taman surga yang dipenuhi zikir dan ilmu.
Ya Allah, lindungilah kami dari kebodohan dan kesesatan. Jadikan kami orang-orang yang senantiasa haus akan ilmu-Mu. Ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami. Jadikanlah kami pribadi yang senantiasa mencintai Al-Qur'an dan Sunnah.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.