Logo Kangsantri AI

Adab Menjenguk Saudara Muslim

Kultum
U
Ummi Winda
25 Juni 2026 3 menit baca 43 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
﴿وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا﴾ (المزمل: 20)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin sekalian, Bapak-bapak, Ibu-ibu, para santri yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala.

Bunga melati harum semerbak,
Tumbuh indah di taman sari.
Menjenguk saudara sakit adalah bekal terbaik,
Bekal pahala yang takkan terperi.

Sungguh, hadirnya sakit sesungguhnya adalah ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala, dan cara kita menghadapi ujian tersebut, baik sebagai yang sakit maupun yang menjenguk, akan mencerminkan keimanan kita. Adab menjenguk orang sakit adalah pelajaran berharga yang diajarkan oleh agama kita, Islam, yang selalu mengedepankan kepedulian dan kasih sayang.

Menjenguk saudara seiman yang sedang terbaring sakit adalah salah satu hak muslim atas muslim lainnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: "Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada lima perkara: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin." Perintah ini menunjukkan betapa pentingnya silaturahmi dan kepedulian dalam masyarakat Islami.

Ketika kita menjenguk, ada adab-adab yang perlu kita perhatikan. Pertama, niatkan ikhlas karena Allah. Kita datang untuk mendoakan kesembuhan, memberikan semangat, dan meringankan beban saudaranya, bukan sekadar memenuhi formalitas atau karena ada kepentingan lain. Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 9:

﴿إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا﴾
"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk meraih wajah (keridhaan) Allah. Kami tidak menghendaki balasan yang baik dan tidak pula (ucapan) terima kasih dari kamu."

Kedua, jangan berlama-lama. Cukupkan waktu singgah kita agar tidak mengganggu istirahat orang yang sakit. Sampaikan doa dan nasihat ringkas. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka hendaklah ia berdoa untuk kesembuhannya tiga kali, seraya memohon kepada Allah agar disembuhkan. Doa tersebut adalah:

«أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يُشْفِيكَ»
(Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb yang menguasai 'Arsy yang Agung, agar menyembuhkanmu)."

Ketiga, berbicaralah dengan kata-kata yang baik dan menenangkan. Hindari pembicaraan yang justru menambah beban pikiran atau membuat orang sakit merasa putus asa. Ucapkan kalimat yang penuh harapan dan keyakinan akan kesembuhan dari Allah. Sebagaimana dawuh ulama salaf, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, "Jaga lisanmu dari perkataan yang buruk, sebab perkataan yang buruk adalah sebab yang paling dekat kepada kemarahan."

Keempat, bacalah ayat-ayat Al-Qur'an dan do'a-do'a yang disyariatkan, seperti membacakan Surah Al-Fatihah dan beberapa ayat ruqyah syar'iyyah. Ini akan menjadi sumber kekuatan spiritual bagi orang yang sakit.

Semua ini, hadirin sekalian, adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Ketika kita menjenguk saudara yang sakit, kita ikut merasakan sakitnya, mendoakan kesembuhannya, dan mengingatkannya untuk bersabar serta mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah ladang pahala yang sangat besar. Allah akan mencatat setiap langkah kita sebagai ibadah, dan doa kita untuk saudaranya insya Allah akan dikabulkan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan saudaranya yang gaib melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu (juga) yang serupa'." (HR. Muslim).

Mari kita jadikan momen menjenguk orang sakit bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kesempatan untuk menabur kebaikan dan mempererat tali persaudaraan. Jadikan rumah sakit atau rumah tempat saudara kita beristirahat menjadi saksi bisu atas kasih sayang kita.

Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada saudara-saudara kita yang sakit, mengangkat penyakitnya, dan menggantinya dengan pahala. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus beribadah dan berbuat baik.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →