Logo Kangsantri AI

Hormati yang muda, berkah

Kultum
U
Ummi Winda
25 Juni 2026 3 menit baca 11 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
{وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً} [الإسراء: 70].
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bapak, Ibu, Saudara sekalian, hadirin rahimakumullah.

Di tepi kolam ada angsa,
Berenang riang penuh pesona.
Jika ingin hidup sentosa,
Hormati yang muda, sayangilah sesama.

Begitulah senandung sederhana yang semoga bisa membuka hati kita pada pertemuan yang penuh berkah ini. Mari kita hadirkan seluruh perhatian, sejenak menengok ke dalam diri, merenungi bagaimana interaksi kita sehari-hari, khusunya dalam hubungan antara kita yang lebih tua dengan mereka yang lebih muda di kalangan umat Islam. Adab dan tata krama, dua hal yang seringkali terabaikan dalam hiruk pikuk kehidupan modern, padahal keduanya adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kasih.

Seringkali kita mendengar nasehat, "Hormati orang tua," dan itu benar adanya. Namun, pernahkah kita menggali lebih dalam tentang bagaimana seharusnya kita yang lebih tua berinteraksi dengan yang lebih muda? Bukankah mereka adalah generasi penerus kita, amanah yang dititipkan Allah untuk kita bimbing dan kita jadikan pewaris nilai-nilai Islam?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 70, yang tadi kita dengarkan bersama:

{وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً}
Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap insan, tidak terkecuali anak-anak muda, telah dimuliakan oleh Allah. Mereka memiliki hak untuk diperlakukan dengan penuh hormat, kasih sayang, dan kepedulian.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ"
Artinya: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda di antara kami, dan tidak menghormati yang lebih tua di antara kami, serta tidak memerintahkan kebaikan dan tidak melarang kemungkaran."
Hadits ini dengan jelas mengajarkan kita bahwa menjaga keseimbangan hubungan, baik kepada yang lebih muda maupun yang lebih tua, adalah bagian integral dari keislaman kita. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua, keduanya adalah konsekuensi keimanan.

Para ulama salaf senantiasa memberikan teladan yang luar biasa. Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya, melalui riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ"
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak."
Maka, dalam berinteraksi dengan anak muda, mari kita hadirkan akhlak mulia itu. Bukan dengan sikap merendahkan, menghardik, apalagi mengolok-olok. Tetapi dengan kesabaran, kelembutan, dan mau mendengarkan. Ingatlah, dulu kita juga pernah muda. Kita pernah merasakan bagaimana rasanya diperhatikan, dibimbing, dan dikasihi.

Pernahkah kita melihat seorang kyai sepuh dengan penuh kasih memeluk seorang santri cilik? Atau seorang ayah dengan sabar menjelaskan sesuatu kepada putranya yang masih kecil? Itulah potret indahnya adab seorang yang lebih tua terhadap yang muda. Memberikan kesempatan untuk berpendapat, menghargai ide-ide mereka, membimbing mereka dengan contoh, bukan sekadar perintah. Seringkali, nasihat yang paling berkesan bukanlah yang disampaikan dengan nada tinggi, melainkan yang dibalut dengan kehangatan dan ketulusan.

Marilah kita renungkan, bagaimana kita bisa menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus kita? Bagaimana kita bisa menumbuhkan rasa cinta mereka kepada Islam, mencintai ulama, mencintai sesama, jika kita sendiri tidak memberikan contoh yang patut dicontoh?

Oleh karena itu, mari kita komitmen untuk selalu menjaga adab tatakrama kita kepada saudara-saudara kita yang lebih muda. Berikanlah senyum terbaik kita, ulurkan tangan kita untuk membantu, berikanlah nasehat yang membangun dengan cara yang bijak, dan yang terpenting, doakanlah mereka agar senantiasa berada dalam lindungan Allah dan menjadi pribadi yang shalih dan shalihah. Jangan sampai karena sedikitnya perhatian kita, mereka justru mencari panutan di tempat yang keliru.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita pribadi-pribadi yang senantiasa menjaga adab dan akhlak mulia, baik dalam berinteraksi dengan yang lebih tua maupun yang lebih muda. Semoga generasi penerus kita tumbuh menjadi generasi yang Qurani, mencintai agama-Nya, dan menjadi kebanggaan umat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →