اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ} (الزمر: 9)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian, para muhibbin yang dirahmati Allah Ta'ala.
Terbang tinggi burung merpati,
Hinggap sebentar di dahan cemara.
Jika ilmu telah engkau miliki,
Janganlah sombong, hilangkan angkara.
Perkenankanlah pada kesempatan yang berbahagia ini, kita merenungi sebuah sifat yang seringkali tersembunyi namun dampaknya sangat merusak, yaitu kebodohan. Keignoranan, kelalaian, dan ketidakmauan untuk belajar, adalah racun yang perlahan tapi pasti akan menghancurkan kehidupan duniawi dan ukhrawi kita. Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 179:
{وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا}
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia; mereka punya hati, tetapi tidak mempergunakannya untuk memahami.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hati yang tidak dipergunakan untuk memahami, hati yang abai terhadap tuntunan ilahi, sejatinya adalah hati yang tertutup, hati yang condong pada kebodohan. Kebodohan yang menjadi akar dari segala keburukan. Seseorang yang bodoh tanpa ilmu agama, akan mudah terjerumus dalam maksiat, syubhat, dan keraguan. Ia tidak tahu mana yang halal dan haram, mana yang benar dan salah. Ia menjalani hidupnya tanpa arah, tanpa tujuan, hanya mengikuti hawa nafsu yang menguasainya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
Ini adalah ancaman bagi orang yang memiliki ilmu namun enggan membaginya. Namun, secara tersirat, ini juga menunjukkan betapa pentingnya ilmu itu sendiri. Sebaliknya, kebodohan adalah kegelapan yang paling pekat. Abu Darda' radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Aku khawatir jika Allah memanggilku pada hari kiamat, Ia bertanya kepadaku: 'Wahai Abu Darda', apa yang telah engkau perbuat atas ilmu yang telah Aku anugerahkan kepadamu?'" Ini menunjukkan betapa para sahabat takut jika ilmu yang mereka miliki tidak diamalkan atau bahkan tersimpan begitu saja dalam kebodohan.
Bukan hanya dalam urusan agama, kebodohan dalam urusan dunia pun bisa mendatangkan celaka. Dalam sebuah perumpamaan, orang yang bodoh itu ibarat orang yang berjalan di malam gulita tanpa penerangan. Ia bisa saja terperosok ke jurang, menabrak dinding, atau tersesat tanpa jalan keluar. Ia tidak bisa menilai bahaya, tidak bisa mengambil keputusan yang tepat, karena minimnya pengetahuan dan pemahaman.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 216, Allah berfirman:
Ayat ini menegaskan, betapa manusia dibatasi oleh ilmunya. Ketidaktahuan kita seringkali membuat kita salah menilai sesuatu. Maka, kebodohan adalah aib yang harus kita hilangkan sebisa mungkin.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah pernah berkata, "Akal dan ilmu adalah dua sayap kesempurnaan. Tanpa keduanya, manusia tidak dapat terbang mencapai tujuan hakikinya." Jelaslah, bahwa upaya menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat, adalah sebuah kewajiban.
Oleh karena itu, marilah kita insaf. Jangan biarkan diri kita terbungkus dalam selimut kebodohan. Mari kita buka lembaran-lembaran baru kehidupan ini dengan semangat belajar. Datangi majelis ilmu, baca kitab-kitab yang bermanfaat, bertanya kepada orang yang berilmu, dan yang terpenting, amalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Jangan sampai kita menjadi orang yang celaka karena kebodohan kita sendiri, karena kita lebih memilih diam dalam ketidaktahuan daripada bergerak mencari pencerahan.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa membukakan pintu ilmu dan pemahaman bagi kita semua, melindungi kita dari kesesatan dan kebodohan, serta menjadikan kita hamba-Nya yang berilmu dan beramal shaleh.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.