اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيزِ:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah,
Indah nian sang surya di pagi kala,
Menyinari alam penuh canda tawa.
Mari bersama ufukkan cita,
Membaca Al-Qur'an tingkatkan takwa.
Betapa agung seruan pertama dari langit yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Iqra'!" Bacalah! Perintah yang begitu sederhana, namun membawa konsekuensi yang luar biasa bagi peradaban manusia. Perintah ini menjadi kunci pembuka pintu ilmu, pintu kebaikan, dan pintu kebahagiaan dunia akhirat. Dan kali ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk merenungkan hakikat dari sebuah bacaan yang paling mulia, yaitu Al-Qur'an.
Saudaraku seiman, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, seberapa dalam koneksi kita dengan kitab suci yang seharusnya menjadi pedoman hidup kita? Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi, kalamullah yang berisi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Allah Ta'ala berfirman, "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2). Namun, bagaimana bisa kita mendapatkan petunjuknya jika kita bahkan belum bisa membacanya dengan baik?
Mungkin banyak di antara kita yang menganggap belajar membaca Al-Qur'an di usia dewasa adalah hal yang sulit atau bahkan memalukan. Padahal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir akan bersama para malaikat yang mulia dan taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa berat untuk membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim). Dua pahala! Satu untuk usahanya membaca, satu lagi untuk perjuangannya melafalkan huruf-hurufnya.
Bayangkan, setiap huruf yang kita baca dari Al-Qur'an bernilai pahala. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR. Tirmidzi). Jika satu huruf saja sudah sepuluh kebaikan, bagaimana dengan satu ayat, satu halaman, atau satu juz yang berhasil kita tamatkan?
Para ulama salafush shalih pun sangat menekankan pentingnya belajar Al-Qur'an. Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata, "Aku ingin agar manusia belajar Al-Qur'an tanpa diiringi dengan tuntutan dunia sedikitpun." Ini menunjukkan betapa murninya niat yang seharusnya kita tanamkan dalam mempelajari Al-Qur'an. Bukan sekadar untuk mendapatkan ijazah membaca, bukan sekadar untuk bisa melantunkan bacaan yang merdu, tapi yang terpenting adalah untuk memahami, merenungi, dan mengamalkan isinya.
Mari kita lihat analogi sederhana. Jika ada sebuah surat yang sangat penting dari seorang raja yang berisi sebuah peta menuju harta karun yang melimpah dan kebahagiaan abadi, namun surat itu ditulis dalam bahasa yang tidak kita mengerti, apa yang akan kita lakukan? Tentu kita akan berusaha mencari penerjemah handal atau belajar bahasa tersebut agar bisa memahami isi surat itu. Nah, Al-Qur'an adalah surat cinta dari Sang Raja Langit, Allah Azza wa Jalla. Di dalamnya terkandung petunjuk untuk meraih kebahagiaan hakiki. Masihkah kita enggan untuk membukanya dan mempelajarinya?
Untuk itu, marilah kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an kita. Carilah guru mengaji yang berkompeten, bergabunglah dengan majelis taklim yang mengajarkan tilawah, atau manfaatkanlah berbagai aplikasi belajar Al-Qur'an yang kini semakin mudah diakses. Mulailah dari yang terdekat, dari huruf hijaiyah yang paling dasar, lalu beranjak ke bacaan yang lebih panjang. Jangan pernah merasa terlambat, karena Allah Maha Mencintai orang yang bertobat dan mencari ilmu.
Semoga Allah Ta'ala memudahkan langkah kita dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an, menjadikannya cahaya di hati, penerang jalan hidup, serta syafa'at bagi kita di akhirat kelak. Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.