Logo Kangsantri AI

Logika Melawan Sangkaan Gaib

Kultum
A
Abqori
11 Juli 2026 2 menit baca 39 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ Tَوَّابٌ رَحِيمٌ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Hadirin yang dirahmati Allah, mari kita sejenak menundukkan hati dan pikiran, menghadap kepada-Nya dengan kejernihan jiwa.

Bunga mawar merah merona,
Tumbuh indah di balik taman.
Gunakan akal gunakan makna,
Agar tak sesat dalam beriman.

Kita sering kali terjerembab pada prasangka yang gelap. Tan Malaka dalam pemikiran "Logika Mistika"-nya pernah mengkritik bagaimana masyarakat terjebak dalam klenik dan takhayul yang mematikan nalar berpikir. Dalam Islam, kita pun diingatkan bahwa akal adalah karunia besar Allah yang harus dihidupkan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil.

Sering kali, ketika kita tertimpa musibah, kita begitu cepat menyalahkan "hal gaib", "kiriman orang", atau "guna-guna", padahal Allah subhanahu wa ta'ala telah memerintahkan kita untuk berikhtiar dan menelaah sebab-akibat secara syar’i dan logis. Kekuatan mistis tidak boleh menjadi tameng atas kemalasan berpikir. Allah berfirman:

أَفَلَا يَعْقِلُونَ
(Artinya: Maka tidakkah kamu memikirkan?) – QS. Al-An'am: 32.

Ketahuilah, membiarkan diri terbelenggu takhayul adalah bentuk pelemahan iman. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ
(Artinya: Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya dan tidak ada kepercayaan sial/tathayyur.) – HR. Bukhari.

Sahabat sekalian, marilah kita belajar dari nasihat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah: "Kematian nalar adalah awal dari kehancuran suatu peradaban." Kita diperintahkan untuk bertawakal, namun tawakal bukan berarti mengabaikan hukum sebab-akibat yang Allah letakkan di alam semesta ini.

Jika sakit, berobatlah secara medis. Jika gagal, evaluasi cara kerja Anda. Jangan terburu-buru menuduh hal-hal ghaib yang tidak jelas dasarnya. Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh ketakutan-ketakutan irasional yang merusak tauhid kita. Islam adalah agama wahyu yang sangat menghargai rasionalitas. Gunakanlah akal untuk memahami ayat-ayat Allah, baik yang tertulis di Al-Qur'an maupun yang terhampar di alam semesta.

Sebagai penutup, mari kita berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih bijak, yang memadukan keimanan yang kokoh dengan akal budi yang jernih. Jangan biarkan hidup kita dikotori oleh prasangka yang tidak berdasar.

Ya Allah, bimbinglah akal kami agar selalu menemukan kebenaran-Mu. Berikanlah kami ilmu yang bermanfaat agar kami tidak jatuh dalam jurang kebodohan dan takhayul. Jadikanlah kami hamba yang senantiasa berpikir sebelum melangkah, dan berserah diri setelah berikhtiar dengan maksimal.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →