Logo Kangsantri AI

Buat judul artikel Islami profesion...

Kultum
S
Sayyid nurwahidi
29 Mei 2026 3 menit baca 18 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Hadirin wal hadirat yang saya muliakan, apa kabar? Semoga dompetnya tebal, tapi imannya jauh lebih tebal lagi ya. Jangan sampai dompetnya tebal, tapi pas diminta infaq buat masjid, langsung pura-pura amnesia.

Duduk yang rapi, santai saja. Kita ini bukan lagi simulasi ujian masuk surga, jadi tidak perlu tegang. Sebelum masuk ke inti pembahasan, izinkan saya membacakan pantun:

Ke pasar raya membeli selasih,
Dicampur santan buatlah ketan.
Zikir di lisan buat hati bersih,
Zikir di batin sentuhan iman.

Tahu tidak Bapak dan Ibu, seringkali kita ini kalau zikir sama seperti orang makan kuaci. Kulitnya saja yang dimainkan, bijinya tidak dirasakan. Lisan kita fasih melafalkan "Laa ilaaha illallah", tapi hati kita masih tersangkut di cicilan motor atau harga cabai yang naik turun macam perasaan mantan.

Dzikir itu ada dua jalur, lisan (jahar) dan batin (khofi). Dzikir jahar itu seperti iklan di televisi, suara kencang supaya orang lain ikut dengar dan terpanggil. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَال لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ
"Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti memerdekakan sepuluh budak." (HR. Bukhari & Muslim).

Tapi ingat, ibarat HP, jahar itu "ringtone"-nya, sedangkan khofi itu "getar"-nya. Zikir khofi adalah zikir di dalam hati, di mana kita merasa Allah sedang menatap kita. Allah berfirman:

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
"Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang." (QS. Al-A'raf: 205).

Sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., adalah pakarnya zikir khofi atau zikir sirri. Beliau pernah ditanya, "Kenapa imanmu tidak terkalahkan?" Beliau menjawab, "Karena apa yang ada di hatiku tidak pernah berhenti menyebut nama Allah, meskipun lidahku sedang diam." Beda sekali sama kita ya? Lidah diam, tapi hati malah sibuk meng-ghibah tetangga. Malu kita sama Nabi dan para sahabat.

Analogi gampangnya begini, zikir jahar itu seperti menyiram tanaman, supaya segar di luar. Tapi zikir khofi itu seperti memberi nutrisi pada akarnya, supaya pohon imannya tidak tumbang saat diterjang angin topan masalah hidup. Keduanya harus jalan bareng. Jangan sampai kita zikir kencang di masjid, tapi di pasar malah "dzikir" nama-nama hewan kalau merasa dicurangi.

Ulama salaf pun berpesan, "Zikir yang paling tinggi adalah zikir hati." Jadi, mulai hari ini, mari kita seimbangkan keduanya. Saat sendirian di kamar, atau lagi antre di bank, latih hati kita untuk selalu bergetar mengucapkan "Laa ilaaha illallah". Jangan sampai kita dianggap orang sukses oleh manusia, tapi Allah asing bagi hati kita.

Mari kita berkomitmen, sepulang dari sini, minimal seratus kali lisan berucap, dan setiap detak jantung kita berusaha "berzikir" dalam diam. Semoga Allah jadikan lisan kita basah dengan pujian-Nya dan hati kita hidup dengan pengagungan-Nya. Ya Allah, bimbinglah kami untuk selalu mengingat-Mu dalam keadaan duduk, berdiri, maupun berbaring. Ampuni dosa kami, jadikan kami hamba yang istiqamah hingga akhir hayat.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →