Logo Kangsantri AI

Cahaya Islam Pancarkan Damai

Kultum
U
Ummi Winda
25 Juni 2026 3 menit baca 39 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاء...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: ﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ ﴾ [الحج: 1-2].
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin sekalian, kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pohon jati tumbuh menjulang tinggi,
Akarnya menghunjam dalam bumi pertiwi.
Teruslah bertakwa sepanjang hidup ini,
Agar selamat dunia akhirat nanti.

Saudaraku seiman, pantun tadi mengingatkan kita akan pentingnya takwa. Sebuah kata yang sering kita dengar, namun terkadang maknanya luput dari kesadaran kita yang terdalam. Takwa kepada Allah, yang berarti menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kesibukan dunia yang seringkali membuai, mudah saja kita mengabaikan esensi dari keberadaan kita sebagai hamba. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 21:

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
"Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa."

Ayat ini adalah perintah langsung dari Sang Pencipta. Perintah untuk menyembah-Nya dengan sebenar-benarnya ibadah. Ibadah yang tidak hanya sebatas ritual, namun mencakup seluruh aspek kehidupan. Alangkah malangnya jika kita hanya sibuk mengejar dunia, melupakan Sang Pemberi dunia. Al-Imam Al-Ghazali rahimahullah pernah berkata, "Dunia adalah ladang akhirat." Artinya, setiap amal perbuatan kita di dunia ini akan menuai hasilnya kelak di akhirat. Jika ladang kita ditanami kebaikan, insya Allah panennya adalah surga.

Lihatlah para sahabat Nabi radhiyallahu 'anhum. Mereka adalah teladan sejati dalam ketakwaan. Ketika junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari)
Mereka memahami betul makna hadits ini. Waktu yang Allah berikan adalah amanah. Dalam kesibukan apapun, mereka tidak pernah lupa untuk menjaga hubungan dengan Allah. Urusan dunia mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh, namun urusan akhirat tetap menjadi prioritas utama.

Bayangkanlah sebuah kapal layar yang sedang berlayar di lautan luas. Sang nahkoda harus selalu waspada terhadap ombak, angin, dan arus agar kapalnya tidak terombang-ambing dan karam. Kapal itu adalah diri kita, lautan adalah dunia, dan angin serta ombak adalah godaan syaitan serta hawa nafsu. Nahkoda yang bijak adalah hati yang selalu bertakwa kepada Allah.

Saudaraku, ketakwaan bukanlah beban, melainkan cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Ia adalah perisai yang melindungi kita dari segala marabahaya dunia akhirat. Marilah kita renungkan kembali, sejauh mana takwa kita kepada Allah? Apakah kita sudah menggunakan waktu luang dan nikmat sehat yang Allah berikan untuk hal-hal yang mendekatkan diri kita kepada-Nya?

Mulai saat ini, mari kita berkomitmen untuk meningkatkan ketakwaan kita. Jadikan setiap detak jantung kita sebagai dzikir, setiap hembusan nafas kita sebagai syukur, dan setiap langkah kita sebagai ibadah. Jangan tunda-tunda untuk berbuat baik. Sungguh, kematian bisa datang kapan saja, tanpa permisi.

Marilah kita bermohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, semoga Dia senantiasa menganugerahkan kepada kita ketakwaan yang hakiki, menjauhkan kita dari segala fitnah dunia, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertakwa.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →