Logo Kangsantri AI

Motivasi Diri, Bukan Cemas

Kultum
I
Irkham
27 Juni 2026 3 menit baca 23 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ} (النساء: 32).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin sekalian, mukminin rahimakumullah.

Ada burung di atas pohon,
Cantik warnanya elok terpandang.
Semoga kita tak tersesat dalam angan,
Melihat orang lain, hati jadi gamang.

Saudaraku, kerap kali kita terlena. Membanding-bandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain. Melihat kesuksesan mereka, kita merasa dirundung kegagalan. Melihat harta mereka, kita merasa kekurangan. Melihat kebahagiaan mereka, kita merasa nestapa. Perasaan ini, jika tidak dikendalikan, akan membawa kita pada jurang kecemasan yang mendalam, bahkan bisa menjauhkan kita dari rahmat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 155:

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ}
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini penuh dengan ujian, dan ujian itu datang dalam berbagai bentuk. Jangan sampai kita menyangka, hanya kita yang diuji, sementara orang lain hidup tanpa derita. Semua diberikan ujian sesuai kadarnya. Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

"انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ."
(Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Artinya: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian, dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian."

Hadits ini adalah resep jitu agar hati kita senantiasa bersyukur. Ketika kita melihat ada saudara kita yang kondisinya lebih sulit, di situlah kita akan tersadar betapa besar nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita. Perbandingan yang sehat adalah melihat ke bawah untuk bersyukur, bukan melihat ke atas dengan iri.

Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam mengingatkan kita dengan indahnya: "Barangsiapa yang menjadikan kesyukuran sebagai kendaraannya, maka ia akan mendapatkan ketenangan dalam kehidupannya."

Saudaraku, mari kita ubah cara pandang kita. Lihatlah kesuksesan orang lain bukan sebagai beban kecemasan, tapi sebagai sumber motivasi. Mereka bisa, kita juga pasti bisa, dengan cara dan waktu yang berbeda sesuai ketetapan Allah. Fokuslah pada bagaimana kita bisa memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah kita, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan kita. Setiap individu memiliki keunikan, kelebihan, dan ujian masing-masing. Tugas kita adalah fokus pada 'arena' diri kita sendiri.

Mari kita renungkan, bila kita terus terpaku pada apa yang dimiliki orang lain, kapan kita akan sibuk memperbaiki kualitas diri kita? Kapan kita akan sibuk membersamai Allah dalam perjalanan hidup kita?

Maka dari itu, hadirin sekalian.
Marilah kita mulai introspeksi diri. Bersyukurlah atas apa yang telah Allah berikan. Jadikanlah segala pencapaian orang lain sebagai pelecut semangat kita untuk lebih giat beramal, lebih tekun beribadah, dan lebih dekat kepada-Nya. Jangan biarkan perasaan minder atau iri menggerogoti hati kita.

Mari kita berdoa, semoga Allah menjauhkan kita dari sifat tamak dan iri hati. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk fokus pada perbaikan diri, meningkatkan ketakwaan, dan senantiasa mensyukuri nikmat-Nya yang tiada terhingga.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →