اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah, bagaimana kabarnya hari ini? Masih semangat, atau sudah mulai menghitung hari lebaran sambil melirik katalog kue kering di ponsel? Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di majelis ini dengan keadaan sehat, walau perut mungkin sedang sedikit "bernyanyi" keroncong karena lapar dan dahaga yang tertunda.
Sebelum saya mulai, izinkan saya membacakan sebuah pantun kecil:
Jalan-jalan ke pasar beli ikan
Ikan patin dimasak pakai santan
Ramadhan tiba penuh keberkahan
Mari bersyukur janganlah bosan.
Ya, benar sekali. Ramadhan itu ibarat tamu agung yang datang, tapi kita seringkali malah menyambutnya dengan daftar belanjaan daripada daftar amalan. Lucu memang, bulan penuh berkah malah kita jadikan bulan "balas dendam" dalam urusan makanan. Padahal, Allah SWT telah memberikan keistimewaan yang luar biasa di bulan ini.
Allah SWT berfirman:
Bayangkan Bapak-Ibu, seribu bulan itu kalau kita hitung, sekitar 83 tahun! Jadi kalau kita ibadah di satu malam itu saja, pahalanya bisa mengalahkan umur rata-rata manusia. Ini tawaran "diskon" akhirat yang luar biasa, tidak ada di toko mana pun.
Rasulullah SAW juga bersabda:
Nah, ini yang unik. Setannya dibelenggu, tapi kenapa kita kadang masih suka emosi atau malas? Berarti masalah utamanya bukan pada setannya, tapi memang "setan dalam diri" kita yang sudah pensiun dini dari kebaikan alias nafsu kita sendiri yang minta jatah.
Ulama salaf, Ibnu Rajab al-Hanbali pernah berpesan: "Bagaimana mungkin seorang muslim tidak bergembira dengan dibukanya pintu surga?"
Jujur saja, ibarat orang yang sedang lomba lari, Ramadhan ini adalah garis finish buat kita memperbaiki diri. Jangan sampai kita sibuk menata interior rumah untuk lebaran, tapi rumah hati kita sendiri kotor dengan dosa. Mari kita gunakan Ramadhan ini untuk "upgrade" iman. Jangan cuma upgrade status di media sosial, ya!
Amal nyata kita hari ini sederhana: kurangi mengeluh lapar, perbanyak baca Al-Qur'an, dan jujurlah pada diri sendiri. Kalau biasanya kita pelit, coba sedekah walau hanya sebungkus kerupuk untuk teman berbuka.
Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk menikmati manisnya iman di bulan Ramadhan ini. Jangan jadikan kami orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaganya saja. Ampuni dosa kami yang menumpuk ini, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ