Logo Kangsantri AI

Rumah Tangga Bahagia Berkah Ilahi

Kultum
A
ABDUL LATIF
23 Mei 2026 2 menit baca 68 views

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَال...

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Hadirin jamaah yang dirahmati Allah, mari kita sejenak menundukkan hati, merenungi anugerah keluarga yang Allah titipkan kepada kita.

Pergi ke pasar membeli permata,
Disimpan rapi di dalam saku.
Cinta kasih sejukkan jiwa semesta,
Sakinah menjadi pelita hidupku.

Saudaraku, keluarga bukanlah sekadar ikatan hukum di atas kertas, bukan pula sekadar kumpulan dua insan yang tinggal di bawah satu atap. Keluarga adalah "surga kecil" yang seharusnya kita persiapkan sebagai bekal menggapai surga yang sesungguhnya di akhirat kelak. Namun, mengapa hari ini begitu banyak biduk rumah tangga yang karam sebelum sampai ke pelabuhan terakhir? Mungkin karena kita lupa bahwa pondasi sakinah bukanlah harta yang melimpah, melainkan keberkahan dari ketaatan kepada Allah.

Allah Azza wa Jalla telah berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ (Dan bergaullah dengan mereka secara patut). Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna "bil ma'ruf" adalah memperindah tutur kata, perbuatan, dan penampilan sesuai kemampuan dalam berinteraksi dengan pasangan. Rasulullah ﷺ pun telah menegaskan dalam sabdanya: خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي (Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku).

Teringat sebuah hikmah dari ulama salaf, bahwa rumah tangga yang sakinah tercipta dari dua orang pendosa yang saling memaafkan. Jika sang suami merasa lelah, sang istri hadir sebagai pelipur. Jika sang istri sedang gundah, sang suami hadir sebagai penguat. Ingatlah analogi pakaian dalam Al-Qur’an; mereka adalah pakaian bagimu, dan kau adalah pakaian bagi mereka. Pakaian berfungsi menutupi aib, menghangatkan di kala dingin, dan menghias diri di saat tampil. Jika pasangan kita sedang memiliki "noda" kesalahan, bukankah tugas kita menutupinya, bukan justru mengumbar aibnya di depan orang lain?

Mari kita evaluasi hari ini. Sudahkah kita berterima kasih kepada istri yang merawat rumah? Sudahkah kita memuliakan suami yang berpeluh keringat mencari nafkah? Mulailah dengan amal nyata: hari ini, berikanlah pelukan hangat, ucapkan kata maaf atas keegoan, dan tutup hari dengan shalat berjamaah bersama. Jangan biarkan ego meruntuhkan bangunan yang telah dibangun dengan iman. Jadikan setiap detik di rumah sebagai ladang pahala, di mana sabar menjadi nafas dan syukur menjadi pengikat.

Ya Allah, jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, diliputi mawadah, dan disirami rahmat-Mu. Ampunilah kekurangan kami dalam mendidik anak dan membimbing pasangan. Satukan hati kami di dunia dalam taat, dan kumpulkan kami di surga-Mu kelak dalam cinta yang abadi.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →