اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ} (آل عمران: 159).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Bunga melati indah merekah,
Harum semerbak mengisi taman.
Menjadi pribadi lemah lembut,
Tanda iman dalam diri terpendam.
Saudaraku fillah, dalam kehidupan yang penuh dinamika ini, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang menuntut respon dan reaksi. Namun, adakah di antara kita yang pernah berhenti sejenak merenungkan bagaimana kita merespon? Apakah respon kita memancarkan kehangatan dan keteduhan, atau justru menyisakan kepedihan dan kekerasan? Hari ini, mari kita bersama-sama menyelami submarine keindahan akhlak, yaitu lemah lembut.
Lemah lembut. Sebuah sifat yang nampak sederhana, namun begitu agung nilainya di sisi Allah dan manusia. Sifat yang menjadi ciri khas para nabi dan rasul, para auliya, dan orang-orang bertakwa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 157, yang berarti: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari pada sekelilingmu."
Bayangkan, wahai saudaraku. Kelembutan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah rahmat yang universal. Beliau tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Bahkan, ketika kaumnya melontari beliau dengan batu, beliau berdoa, "Ya Allah, tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." Sungguh, kelembutan adalah kekuatan yang hakiki. Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pun menegaskan, "Sesungguhnya kelembutan diletakkan pada sesuatu, niscaya ia akan menghiasinya. Dan dicabut darinya sesuatu, niscaya ia akan memperburuknya." (HR. Muslim)
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mampu menerapkan kelembutan dalam interaksi sehari-hari? Terhadap keluarga, terhadap tetangga, terhadap sesama, bahkan terhadap hewan? Tuan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah pernah berkata, "Janganlah engkau bergaul dengan orang yang keras lagi kasar, sebab ia akan menumbuhkan kekerasan di dalam hatimu, dan akan mematikan kelembutanmu." Hal ini mengingatkan kita pentingnya memilih lingkungan yang baik dan menjaga hati kita dari sifat-sifat yang tidak terpuji.
Kelembutan bukan berarti kita pasrah tanpa prinsip, bukan juga berarti kita lemah dalam mempertahankan kebenaran. Ia adalah seni berkomunikasi, seni berinteraksi, yang dilandasi ketulusan dan kasih sayang. Ia adalah kekuatan yang mampu melembutkan hati yang paling keras sekalipun, membuka pintu-pintu kebaikan, dan meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Oleh karena itu, marilah kita mulai dari diri sendiri. Perbaiki lisan kita agar tidak kasar, perbaiki pandangan mata kita agar tidak menghakimi, perbaiki sikap kita agar selalu meneduhkan. Mulailah dengan hal-hal kecil: menyapa dengan senyuman, membantu tanpa diminta, memaafkan kesalahan dengan lapang dada. Sesungguhnya, Allah menyukai orang yang berbuat baik dan bertindak lemah lembut.
Mari kita niatkan hari ini, dan hari-hari berikutnya, untuk terus melatih diri menjadi pribadi yang lemah lembut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menumbuhkan kelembutan di dalam hati kita, dan menjadikan kita manusia-manusia yang dicintai-Nya dan dicintai sesama.
Aamiin Allaahumma Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.