اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Bapak-bapak yang perutnya sudah mulai maju ke depan, Ibu-ibu yang kalau ke pengajian dandanannya lebih semangat daripada mau kondangan, serta anak-anak muda yang wajahnya masih cerah tapi hatinya mungkin sedang gundah karena belum ada jodoh, semoga semuanya selalu dalam lindungan Allah.
Pergi ke pasar beli buah mangga,
Mangga dimakan di atas dipan.
Mari berselawat kepada baginda,
Nabi Muhammad teladan iman.
Ngomong-ngomong soal Maulid Nabi, saya sering heran. Kita ini kalau disuruh ngerayain ulang tahun orang lain, eh, kado aja udah nyiapin jauh-jauh hari. Tapi giliran merayakan Maulid Nabi, kadang kita cuma sibuk sama isi berkatnya. "Isinya ayam goreng atau rendang ya?" Padahal, Rasulullah itu kalau tahu kita cuma sibuk makan-makannya doang, beliau pasti bakal senyum sambil geleng-geleng kepala.
Ingat, Bapak dan Ibu sekalian, Maulid itu bukan cuma soal tradisi makan bersama, tapi soal "koneksi". Kita ini umat Nabi, tapi kadang kelakuan kita masih kayak orang yang lagi "kehilangan sinyal" dari sunnah beliau. Padahal Allah sudah kasih kuncinya: