اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Bapak-bapak yang saya hormati, Ibu-ibu yang saya sayangi, dan para jomblo yang sedang menanti kepastian, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Senang sekali rasanya bisa berdiri di sini, meski melihat wajah-wajah Bapak-bapak, saya jadi ingat kalau tugas suami itu berat, tapi godaannya seringkali lebih berat lagi.
Pergi ke pasar membeli kemeja,
Kemeja dibeli berwarna biru.
Nikah siri tak perlu jadi raja,
Lebih baik resmi, tenang selalu.
Ngomongin nikah siri ini memang sering bikin suasana jadi "siri-siri" alias penuh misteri. Banyak yang bilang, "Pak Ustadz, nikah siri kan sah secara agama, yang penting kan tidak zina." Wah, kalau ukurannya cuma "yang penting tidak zina", itu mah standar minimal sekali, kayak kita makan cuma biar nggak lapar saja, nggak mikir gizinya.
Padahal, Islam itu agama yang sangat menghargai kehormatan, terutama kehormatan wanita. Allah SWT berfirman:
Nikah itu harusnya "I'lan" atau diumumkan, supaya tetangga tahu, keluarga tahu, dan tidak ada fitnah. Rasulullah SAW bersabda:
Kenapa harus diumumkan? Supaya kalau Bapak jalan sama istri, orang tidak curiga. Kalau nikah siri, Bapak jalan sama istri muda, orang bilang itu pelakor. Begitu Bapak bilang "itu istri siri saya", orang tetap saja tidak percaya karena tidak ada bukti administratifnya. Akhirnya, yang jadi korban siapa? Istri dan anak-anak. Anak tidak punya akta, warisan jadi rebutan, rumah tangga tidak punya payung hukum.
Umar bin Khattab RA pernah berkata: "Aku tidak menyukai orang yang menikah secara sembunyi-sembunyi, dan jika aku melihatnya, aku akan memberikan hukuman."
Ibarat Bapak punya mobil mewah tapi STNK-nya tidak ada, BPKB-nya hilang. Apa yang terjadi? Tiap ada razia polisi, Bapak gemeteran. Mau masuk jalan tol, takut. Hidupnya jadi tidak tenang. Begitu juga nikah siri, secara agama mungkin Bapak merasa "aman", tapi secara kehidupan sosial, Bapak sedang menabung masalah.
Mari kita berbenah. Menikahlah dengan cara yang baik, yang terdaftar di negara, supaya istri Bapak merasa dimuliakan dan anak-anak Bapak memiliki masa depan yang terlindungi. Jangan sampai niat ibadah justru berakhir dengan kezaliman hanya karena kita malas mengurus administrasi.
Ya Allah, berikanlah kami keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Jauhkanlah kami dari perbuatan yang merusak kehormatan diri dan keluarga kami. Ampunilah dosa-dosa kami, mudahkanlah urusan kami, dan jadikanlah rumah tangga kami surga kecil di dunia sebelum kami melangkah ke surga-Mu yang abadi.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ