اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Hadirin yang saya hormati, bapak-bapak yang perutnya mulai buncit karena bahagia, dan ibu-ibu yang luar biasa sabarnya menghadapi bapak-bapak tadi. Senang sekali bisa berdiri di sini, meski jujur, berdiri di depan jamaah yang wajahnya sangat saleh ini membuat saya merasa paling banyak dosanya.
Pagi cerah makan ikan patin,
Makan bersama di hari raya.
Mari berbakti secara dohir dan batin,
Agar hidup berkah dunia dan surga mulia.
Berbicara soal orang tua, kita ini sering kali merasa sudah berbakti hanya dengan mengirim uang bulanan. Itu baru dohir, Bapak dan Ibu. Itu baru sebatas 'gaji' untuk orang tua. Padahal, ada yang namanya bakti batin. Banyak anak rajin transfer, tapi kalau ditelepon orang tua, jawabnya cuma, "Iya, Ma, nanti ya, lagi sibuk!" Itu namanya bukan bakti, tapi sedang mengabdi pada kesibukan.
Dalam kitab Adabul Mufrad, Imam Bukhari menegaskan bahwa rida Allah itu bergantung pada rida orang tua. Rasulullah ﷺ bersabda:
Bakti dohir itu mudah, cukup kasih makan, pakaian, dan tempat tinggal. Tapi bakti batin? Itu soal rasa. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengajarkan bahwa batin orang tua itu seperti kaca yang sangat tipis. Sekali kita bicara dengan nada tinggi, "Ah!" saja, itu bisa retak. Dan kalau retak, doanya pun jadi terhalang. Pernah tidak kita bertanya pada diri sendiri, "Sudahkah saya mendoakan orang tua hari ini tanpa diminta?"
Ingat, orang tua itu seperti bank berjalan yang tidak pernah menagih hutang. Mereka memberikan modal hidup dari kita lahir sampai sekarang. Kalau kita pelit mendoakan mereka, berarti kita adalah anak yang sedang mengalami 'gagal bayar' paling fatal di hadapan Allah.
Mari kita mulai hari ini. Jangan cuma transfer uang, tapi transferlah perhatian. Telepon mereka, dengarkan keluh kesahnya, bahkan kalau mereka cerita hal yang sama berulang-ulang, tetaplah tersenyum. Anggap saja itu podcast eksklusif yang tidak ada di YouTube manapun.
Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami saat kami masih kecil, merengek, dan sering mengompol di pangkuan mereka. Berikanlah kami kekuatan untuk memuliakan mereka hingga akhir hayat.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ