اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
Bapak dan Ibu wali santri yang dimuliakan Allah, yang hatinya sedang dirundung cemas akan masa depan buah hati tercinta. Marilah kita sejenak menundukkan kepala, merenung dalam kesunyian nurani, tentang amanah berat yang sedang kita pikul di pundak kita.
Pergi ke pasar membeli permata,
Dihitung jumlahnya di atas meja.
Anak adalah amanah nan harta semesta,
Akan diminta pertanggungjawaban di akhirat sana.
Bapak dan Ibu yang dicintai Allah, pernahkah terlintas dalam benak kita saat melihat wajah lelap anak-anak kita, bahwa kelak di hadapan Allah, kita akan dipanggil satu per satu? Bukan ditanya tentang seberapa mewah pakaian yang mereka kenakan, bukan pula seberapa tinggi prestasi duniawi yang mereka raih. Namun, Allah akan bertanya tentang sejauh mana kita mengenalkan mereka pada Sang Pencipta.
Ingatlah firman Allah SWT:
Seringkali kita terlalu sibuk memoles masa depan duniawi mereka, hingga kita lupa memoles ruhani mereka. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang menggetarkan:
Bayangkan, seandainya anak kita shalih, dia akan menjadi penolong kita di akhirat. Namun, jika kita lalai, bukankah anak yang tidak dibimbing justru bisa menjadi penuntut kita di mahkamah Allah? Ulama salaf, Abdullah bin Mubarak, pernah berkata: "Pendidikan anak adalah cerminan dari kesucian hati orang tuanya."
Analoginya seperti kita menanam benih di ladang yang luas. Jika kita hanya menabur benih namun membiarkannya tanpa air dan perlindungan, mungkinkah ia tumbuh menjadi pohon rindang yang meneduhkan? Begitu pula di pesantren ini, santri hanyalah benih. Bapak dan Ibu adalah penyiramnya melalui doa-doa di sepertiga malam. Jangan biarkan doa Bapak dan Ibu kering, jangan biarkan air mata sujud Bapak dan Ibu berhenti mengalir demi keberkahan ilmu mereka.
Mereka di sini bukan untuk disingkirkan, melainkan untuk ditempa menjadi benteng agama. Maka, sempurnakanlah ikhtiar ini dengan kepercayaan. Janganlah lelah memaafkan kekurangan mereka, dan janganlah bosan menasehati mereka dengan lirihnya kasih sayang.
Mari kita jadikan diri kita teladan. Sebelum menuntut mereka menjadi penghafal Al-Qur'an, tanyalah pada diri kita, sudahlah lidah kita basah dengan ayat-ayat Allah? Sebelum menuntut mereka jujur, sudahlah kita amanah dalam setiap nafkah kita?
Ya Allah, lembutkanlah hati anak-anak kami. Jadikanlah mereka penyejuk pandangan bagi kami di dunia dan penuntun kami menuju surga-Mu. Ampuni kami yang seringkali alfa dalam mendidik, yang lebih mementingkan dunia daripada keselamatan mereka di akhirat. Jadikan pertemuan kami hari ini sebagai saksi akan niat tulus kami, untuk menyerahkan masa depan anak-anak kami di bawah perlindungan-Mu.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ