Logo Kangsantri AI

Qanaah, Harta Tak Ternilai Jiwa

Kultum
U
Ummi Winda
24 Juni 2026 3 menit baca 44 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، جَاعِلِ الْمَلَائِكَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ خَلْقِ اللهِ وَأَكْرَمُهُمْ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللهِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Surat Ar-Rum: 38)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin wal hadirat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Di tepi laut terbentang pelangi,
Indah warnanya mempesona hati.
Jika hidup ingin bahagia abadi,
Qona'ah jadikan kunci.

Kita sering terbuai oleh gemerlap dunia, terus mengejar apa yang tidak kita miliki, hingga lupa mensyukuri nikmat yang telah Allah anugerahkan. Syahwat untuk memiliki lebih, seringkali mengalahkan rasa syukur atas apa yang sudah ada. Padahal, kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kerelaan hati menerima karunia Allah. Inilah yang diajarkan oleh Islam melalui akhlak mulia, yaitu qona'ah.

Qona'ah, sebuah kata yang mungkin terdengar sederhana, namun maknanya begitu dalam. Qona'ah adalah rasa cukup, hati yang menerima apa pun pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak. Ia bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan sebuah penerimaan atas takdir Allah dengan lapang dada, sembari tetap berikhtiar.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh beruntung orang yang beragama Islam, diberi kecukupan rizqinya, dan diwafatkan dalam keadaan qona'ah." (Hadits Shahih Muslim)

Qona'ah menjadikan hati kita tenang, terhindar dari kedengkian, iri hati, dan kegelisahan. Bayangkan, ketika kita memiliki qona'ah, dunia ini terasa lebih lapang. Kita tidak lagi terbebani oleh keinginan untuk selalu tampil lebih baik dari orang lain, bersaing dalam urusan duniawi yang tak berujung. Kita fokus pada apa yang Allah berikan, menjadikannya modal untuk beribadah dan berbakti.

Allah Ta'ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
(Surat An-Nahl: 97)
"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Hidup yang baik di sini, salah satunya adalah ketenangan hati yang lahir dari qona'ah. Ulama salaf pernah berkata, "Lebih baik hidup sederhana dengan hati yang lapang, daripada hidup bergelimang harta namun hati gelisah." Kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Harta yang banyak, kekuasaan yang besar, tidak akan pernah membawa kebahagiaan hakiki jika hati kita tidak pernah merasa cukup.

Lihatlah bagaimana para nabi dan rasul, serta para sahabat, mereka adalah teladan qona'ah terbaik. Betapa banyak kisah tentang kesederhanaan mereka, namun kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Mereka adalah orang-orang yang paling kaya hati.

Oleh karena itu, marilah kita renungkan. Apakah hati kita sudah merasa cukup dengan nikmat yang Allah berikan? Apakah kita masih terus mengejar dunia tanpa peduli akhirat? Mulailah untuk menumbuhkan rasa qona'ah dalam diri. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Perbaiki niat dalam setiap ikhtiar, agar segala usaha kita bernilai ibadah. Tinggalkan keluh kesah, gantikan dengan tawakkal dan doa. Insya Allah, ketenangan dan kebahagiaan sejati akan kita rasakan.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita hati yang qona'ah, hati yang selalu bersyukur, dan hati yang senantiasa merindukan ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'alamin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →