Logo Kangsantri AI

Ridho Allah Sumber Bahagia

Kultum
U
Ummi Winda
24 Juni 2026 3 menit baca 36 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin sekalian, para Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Pagi hari indah membentang,
Menjemput rezeki penuh berkah.
Mari amalkan hidup yang tenang,
Dengan mencari ridho Allah semata.

Saudaraku seiman,
Dalam rentang kehidupan ini, ada satu kata yang begitu esensial, namun seringkali terlupakan dalam kesibukan duniawi kita. Kata itu adalah 'Ridho'. Ridho Allah. Sesuatu yang menjadi puncak kerinduan setiap mukmin. Ridho Allah, sebuah anugerah yang tak ternilai, yang jika kita meraihnya, niscaya seluruh kesulitan hidup akan terasa ringan, dan setiap ujian akan menjadi tangga menuju surga.

Apa sejatinya ridho itu? Ridho Allah adalah kemaslahatan dari-Nya, kesenangan-Nya atas hamba-Nya, kerelaan-Nya yang membuat hamba-Nya berhak mendapatkan segala kebaikan. Allah Ta'ala berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 72:

"وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ"

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan mukmin perempuan akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar."

Lihatlah, dalam ayat ini, keridhaan Allah digambarkan lebih besar dari surga itu sendiri. Inilah tujuan tertinggi, inilah impian setiap mukmin sejati. Bagaimana cara kita meraihnya? Tentu, dengan senantiasa berusaha menempuh jalan yang diridhoi-Nya.

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"إِنَّ اللَّهَ لَيَحْمِي الْمُؤْمِنَ مِنْ سُوءِ مَا قَضَى كَمَا تَحْمِي الْأَرْضُ حَبِيبَهَا"
"Sesungguhnya Allah melindungi seorang mukmin dari keburukan takdir-Nya sebagaimana tanah melindungi biji-bijiannya."
Artinya, ketika Allah ridho kepada kita, Dia akan menjaga kita dari musibah yang lebih besar, meskipun musibah kecil datang melanda. Beliau juga bersabda:
"إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ"
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya."
Ini bukan berarti Allah murka, tapi justru tanda cinta-Nya, agar kita semakin dekat dan memohon kepada-Nya.

Para salafus sholih, para ulama terdahulu, mereka begitu haus akan ridho Allah. Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata: "Aku berharap seluruh amalanku menjadi satu amalan yang diridhai Allah." Bayangkan! Seluruh usahanya, bukan hanya sebagian, tapi keseluruhan amalnya berorientasi pada ridho Ilahi.

Saudaraku, mari kita renungkan. Sudahkah segala tindakan kita, lisan kita, hati kita, terbungkus dalam pencarian ridho Allah? Ketika kita bekerja, apakah niat kita untuk mencari nafkah yang halal demi keluarga, yang berarti sebuah ibadah dalam bingkai ridho-Nya? Ketika kita berinteraksi sesama, apakah kita menebar kebaikan, menahan lisan dari ghibah dan fitnah, demi meraih ridho-Nya? Ketika kita diuji dengan sakit, musibah, atau kekurangan, apakah kita bersabar dan bertawakkal, menyadari bahwa di balik itu ada rahmat dan ridho-Nya?

Mengapa tema ridho ini begitu penting? Karena di akhirat kelak, ketika kita berdiri di hadapan Allah, tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali kemaslahatan dan keridhoan-Nya. Kita semua ingin mendengar seruan mulia itu:

"يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً" (QS. Al-Fajr: 27-28)
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi-Nya."

Mari kita jadikan pencarian ridho Allah sebagai kompas hidup kita. Lakukan setiap amalan, sekecil apapun, dengan niat tulus mencari ridho-Nya. Shalat kita, puasa kita, sedekah kita, baktinya kita pada orang tua, kejujuran kita dalam pekerjaan, kebaikan kita pada sesama. Semua itu adalah sarana untuk merengkuh ridho-Nya.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita hati yang selalu condong kepada-Nya, hati yang senantiasa mencari keridhoan-Nya, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diridhoi. Aamiin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →