اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin sekalian yang saya hormati, para alim ulama, tokoh masyarakat, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudari sekalian yang semoga senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ada pantun indah untuk pembuka kajian kita hari ini:
Bunga melati indah mewangi,
Terbang kumbang di tepian telaga.
Ujian datang silih berganti,
Tanda cinta dari Sang Pencipta.
Saudara-saudaraku, ujian, musibah, cobaan, adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita di dunia ini. Mengapa demikian? Karena dunia adalah tempat ujian, bukan tempat kesenangan abadi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, dalam surah Al-Baqarah ayat 155:
Ayat ini mengingatkan kita, bahwa setiap bentuk kesulitan yang kita alami – rasa takut, lapar, kehilangan harta, musibah pada diri dan keluarga, kehilangan hasil panen – semuanya adalah ujian dari Allah. Dan ia mendatangkan kabar gembira bagi mereka yang bersabar.
Apa makna sabar itu, Saudaraku? Sabar bukan berarti diam tanpa usaha. Sabar adalah kesabaran yang disertai tawakkal, kesabaran yang diiringi doa, kesabaran yang muncul dari keimanan bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 5-6:
Pernahkah kita merenungi, betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, yang bahkan tak terhitung jumlahnya? Ketika kita diuji, barangkali kita lupa akan nikmat-nikmat tersebut. Mari kita ambil pelajaran dari kisah Nabi Ayyub Alaihissalam. Beliau diuji dengan kehilangan harta, keluarga, bahkan kesehatannya. Namun, beliau tidak pernah berputus asa. Beliau terus berdoa dan bersabar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang beliau:
Lihatlah bagaimana Allah memuji Nabi Ayyub sebagai sebaik-baik hamba karena kesabarannya. Kesabaran yang hakiki adalah ketika kita mampu menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang buruk saat ditimpa musibah, dan tetap teguh menjalankan perintah Allah.
Ulama salaf pernah berkata, "Kesabaran itu adalah kunci dari segala kebaikan." Tanpa sabar, iman kita akan rapuh, hati kita akan gelisah, dan usaha kita akan sia-sia. Kitalah yang perlu terus melatih diri untuk menjadi pribadi yang sabar.
Untuk itu, marilah kita tidak meratapi musibah, tetapi merenungi pelajaran di baliknya. Mari kita tingkatkan ikhtiar kita, sambil memanjatkan doa yang terbaik kepada Allah. Mari kita berlatih bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam menjauhi maksiat, dan bersabar dalam menghadapi ketetapan Allah, sekecil apapun itu.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita kekuatan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap lika-liku kehidupan. Semoga kesabaran kita menjadi sebab datangnya pertolongan dan ridha Allah.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.