Logo Kangsantri AI

Bahaya Zina, Jauhi Maksiat

Kultum
A
Adnan
25 Mei 2026 2 menit baca 17 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah, izinkan saya menyapa bapak, ibu, serta saudara-saudara sekalian. Semoga kehadiran kita di tempat ini menjadi saksi keberkahan dan ketaatan kita di hadapan Allah SWT.

Bunga mawar berkelopak merah,
Harum mewangi di waktu pagi.
Jaga diri dari yang salah,
Agar martabat tak jatuh ke bumi.

Pesan pantun tadi adalah pengingat bagi diri kita dan kita semua tentang betapa mahalnya kehormatan seorang mukmin. Kita hidup di zaman di mana zina seolah menjadi komoditas yang "dijajakan" dengan mudah, bahkan sering kali dianggap sebagai gaya hidup atau sekadar pelampiasan nafsu. Padahal, zina adalah dinding pemisah antara hamba dengan keridaan Tuhannya.

Islam tidak melarang zina hanya dengan kalimat "jangan lakukan". Lihatlah bagaimana Allah menggunakan redaksi wala taqrabu—janganlah kamu mendekatinya. Ini menunjukkan bahwa jalan menuju zina pun harus ditutup rapat. Memandang yang haram, berkhalwat (berduaan) dengan yang bukan mahram, hingga pergaulan bebas yang mengikis rasa malu; semua itu adalah pintu-pintu kemaksiatan yang perlahan akan mematikan hati.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الْإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظَّلَّةِ فَإِذَا أَقْلَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الْإِيمَانُ
"Apabila seseorang berzina, maka iman keluar dari dirinya, seolah-olah dirinya berada di bawah naungan awan. Jika ia berhenti berzina, maka iman akan kembali kepadanya." (HR. Abu Dawud).

Bayangkan, betapa mengerikannya kondisi hati yang ditinggalkan oleh imannya. Ibarat sebuah rumah yang ditinggalkan penghuninya, hati yang kosong dari iman akan dengan mudah diisi oleh bisikan setan. Itulah sebabnya mengapa para ulama salaf senantiasa mewanti-wanti. Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, "Tidaklah terjadi zina dalam suatu kaum secara terang-terangan, melainkan akan tersebar di tengah mereka penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya."

Ingatlah sebuah kisah tentang seorang pemuda di zaman Rasulullah yang datang meminta izin untuk berzina. Sahabat marah, namun Rasulullah dengan lembut memintanya mendekat. Beliau bertanya, "Sukakah engkau jika hal itu dilakukan orang lain terhadap ibumu? Terhadap putrimu? Terhadap saudaramu?" Pemuda itu menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah." Di sanalah kehormatan dan logika iman pemuda itu kembali bangkit.

Saudaraku, mungkin hari ini ada yang merasa terjebak dalam kubangan noda, merasa terpuruk dalam dosa yang disembunyikan. Ketahuilah, pintu taubat Allah seluas bentang langit dan bumi. Namun, jangan tunda taubat. Sebab, besok pagi bukan jaminan milik kita.

Mari, mulai detik ini, kita tutup pintu-pintu yang mendekati kemaksiatan. Perbaiki shalat, jaga pandangan, dan pilihlah lingkungan yang saling menguatkan dalam ketaatan. Jika kita telah menjaga diri, maka Allah pun akan menjaga kita. Semoga Allah senantiasa melindungi keluarga kita dari fitnah zina dan menghias hati kita dengan cahaya kesucian. Amin ya Rabbal Alamin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →