اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin hadirat, para santri baru yang dimuliakan Allah, serta segenap pengasuh pondok pesantren yang saya hormati. Marilah kita syukuri nikmat iman yang membawa kita melangkah kaki di gerbang ilmu ini.
Menanam padi di tanah yang basah,
Tumbuh subur indah dipandang,
Empat puluh hari masa pemisah,
Jejak baru untuk masa depan gemilang.
Masa empat puluh hari pertama bukanlah sekadar pergantian kalender. Dalam perjalanan spiritual dan intelektual seorang penuntut ilmu, angka empat puluh sering kali menjadi simbol pemantapan diri. Ingatlah kisah Nabi Musa AS yang ber-uzlah empat puluh malam untuk menerima wahyu. Begitu pula dalam banyak ajaran, masa empat puluh hari adalah fase krusial di mana kebiasaan lama mulai memudar, dan karakter baru mulai terbentuk.
Sebagai santri baru, mungkin di masa ini kalian merasakan beratnya aturan, dinginnya lantai masjid di waktu tahajud, dan lelahnya membagi waktu antara menghafal Al-Qur'an serta belajar kitab. Namun, dengarkanlah janji Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 69:
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
Inilah masa penempaan. Ketahuilah wahai santriku, hikmah adalah barang mahal yang hanya diberikan kepada mereka yang tangguh. Ibnu Athoillah dalam Al-Hikam berkata: "Siapa yang tidak memulai dengan kesungguhan, maka ia tidak akan sampai pada tujuan." Empat puluh hari ini adalah fondasi. Jika fondasinya kokoh, bangunan ilmu di atasnya akan menjulang tinggi.
Jadikan empat puluh hari ini sebagai ajang "pembersihan diri". Lepaskan ego, bersihkan hati dari sifat malas, dan isi bejana jiwa kalian dengan kedisiplinan. Jika kalian merasa lelah, ingatlah bahwa setiap tetes peluh dalam menuntut ilmu adalah saksi yang akan meringankan langkah kalian di hari kiamat.
Maka, amalkanlah amal nyata mulai hari ini: jaga tepat waktu dalam shalat berjamaah, sempurnakan adab kepada guru tanpa kompromi, dan jalinlah ukhuwah dengan kawan seperjuangan. Jadikan masa transisi ini sebagai awal kemenangan melawan diri sendiri.
Ya Allah, kuatkanlah hati santri-santri kami dalam menjaga amanah menuntut ilmu, berikanlah taufik-Mu agar mereka lulus dari ujian empat puluh hari ini dengan derajat kemuliaan yang tinggi, dan jadikanlah mereka generasi penerus yang membawa cahaya bagi umat Islam.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ