Logo Kangsantri AI

Harta Dunia Akhirat Sederhana

Kultum
U
Ummi Winda
24 Juni 2026 3 menit baca 36 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

"وَقَدْ آتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا فَاتَّبَعَ سَبَبًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا" (سورة الكهف: 84-93)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Hadirin, tamu Allah yang dimuliakan,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Terbang tinggi burung camar,
Hinggap di dahan pohon cemara.
Dunia ini hanyalah sementara,
Bekal akhirat mari kita segera.

Sungguh, sebuah nasihat yang lembut namun dalam, yang dibawa oleh pantun di awal perjumpaan kita ini. Ia mengingatkan kita bahwa keindahan dan kemuliaan hidup ini bukanlah pada penguasaan dunia semata, melainkan pada bagaimana kita mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi kelak di akhirat. Dan bicara tentang persiapan dunia untuk akhirat, tema yang Allah izinkan kita renungkan bersama hari ini adalah tentang Zuhud.

Zuhud, seringkali disalahpahami sebagai bentuk penolakan terhadap kenikmatan dunia, hidup dalam kesederhanaan yang ekstrem, bahkan terkesan melarat. Padahal, hakikat zuhud yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan para salafus shalih jauh lebih mulia dan mendalam. Zuhud, hadirin sekalian, bukanlah berarti tidak memiliki harta, bukan pula berarti meninggalkan kesenangan hidup. Zuhud adalah kondisi hati di mana dunia tidak menjadi pusat perhatian utama seorang hamba. Hatinya tidak terpaut erat pada gemerlapnya, tidak merasa sedih berlebihan ketika kehilangan, dan tidak gembira berlebihan ketika mendapatkannya.

Rasulullah ﷺ bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"اِزْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ"
"Zuhudlah engkau terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Zuhudlah engkau dari apa yang ada pada manusia, niscaya manusia akan mencintaimu."

Perhatikan, hadirin. Kuncinya ada pada "zuhudlah engkau terhadap dunia". Ini bukan berarti hidup tanpa dunia, tetapi tidak menggantungkan hati pada dunia. Harta, jabatan, popularitas, semua adalah titipan Allah. Jika datang, syukuri dan gunakan di jalan-Nya. Jika pergi, sabar dan ikhlaskan. Hati yang zuhud akan senantiasa sadar bahwa kekayaan sejati adalah kekayaan hati, bukan kekayaan materi semata. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang lain dalam Shahih Bukhari:

"لَيْسَ الْغِنَا عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَا غِنَا النَّفْسِ"
"Kekayaan bukanlah dari banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa."

Para salafus shalih adalah teladan terbaik dalam zuhud. Imam Ahmad bin Hanbal, seorang imam besar, pernah ditanya tentang makna zuhud. Beliau menjawab, "Zuhud itu ada tiga tingkat: tingkat pertama adalah meninggalkan apa yang haram. Tingkat kedua adalah meninggalkan apa yang halal yang belum tentu mendatangkan pahala. Tingkat ketiga adalah meninggalkan apa yang mengalihkan dirimu dari mengingat Allah."

Subhanallah! Sungguh sebuah pemahaman yang luhur. Zuhud adalah bagaimana kita menggunakan dunia sebagai sarana, bukan menjadikannya tujuan. Bagikan rezeki yang Allah berikan, tunjang keluarga, bantu sesama, dan jangan lupa sisihkan sebagian untuk bekal akhirat. Kehidupan dunia yang dilalui dengan hati yang zuhud akan membawa ketenangan, kebahagiaan hakiki, dan keberkahan yang tak terduga.

Mari kita resapi bersama, hadirin. Apakah hati kita lebih sering berdebar karena dunia daripada karena mengingat Allah? Apakah senyum kita lebih lebar saat mendapat pujian manusia daripada saat berbuat baik tanpa diketahui? Jika demikian, maka inilah saatnya kita memanjatkan doa dalam hati, memohon kepada Allah agar dikaruniai hati yang zuhud.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari ketergantungan pada dunia, menganugerahkan kepada kita kekayaan jiwa, dan menjadikan dunia ini sebagai ladang amal kita untuk meraih ridha-Nya. Mari kita berkomitmen untuk senantiasa menyeimbangkan urusan dunia dengan akhirat, menggunakan nikmat dunia untuk meraih nikmat abadi di surga-Nya.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →