Logo Kangsantri AI

Syukur Kemerdekaan Jiwa Merdeka

Sambutan
H
H. Muhamad Tamam Basith. Lc
16 Agustus 2026 3 menit baca 16 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ﴿وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ﴾.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Yang saya takzimi, para alim ulama dan para kiai, sesepuh yang senantiasa menjadi suluh di tengah kegelapan, para asatidz dan asatidzah yang tak henti membimbing santri dengan ketulusan, serta seluruh hadirin yang dirahmati Allah.

Marilah kita sejenak menundukkan kepala, merenung dalam syukur atas nafas yang masih diizinkan Allah mengalir di tubuh kita, serta melantunkan shalawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ, yang syafaatnya kita harapkan di hari yang tak ada lagi naungan selain naungan-Nya.

Atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Simbernokelling, saya berdiri di sini dengan hati yang bergetar. Kemerdekaan ini bukan sekadar lembaran sejarah yang tertulis di buku-buku. Ia adalah tetesan darah, serpihan tulang, dan isak tangis para syuhada yang telah terkubur di bawah tanah ibu pertiwi.

Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap keluarga besar Pondok Pesantren Simbernokelling, kepada panitia yang telah bekerja melampaui batas lelahnya, serta kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu. Kehadiran antum sekalian adalah bentuk penghormatan nyata bagi mereka yang telah tiada demi harga diri bangsa ini.

Hadirin yang saya muliakan, saat kita merayakan kemerdekaan hari ini, bayangkanlah sejenak suasana puluhan tahun lalu. Di medan juang, para ulama dan pejuang kita tidak memikirkan harta. Mereka tidak menuntut jabatan. Yang ada di benak mereka hanyalah satu: agar cucu-cucu mereka, agar kita yang duduk di tempat ini, bisa bersujud dengan tenang tanpa rasa takut, bisa mengaji tanpa intimidasi, dan bisa memerdekakan jiwa dari kehinaan penjajahan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 26:
“Dan ingatlah (hai para mukminin) ketika kalian masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Makkah), kalian takut orang-orang (Quraisy) akan menculik kalian, maka Allah memberi kalian tempat menetap dan menjadikan kalian kuat dengan pertolongan-Nya...”

Hari ini, di Pondok Pesantren Simbernokelling, kita sedang merawat amanah kemerdekaan itu. Kemerdekaan bagi santri bukanlah kebebasan tanpa aturan, melainkan kebebasan untuk menghamba kepada Allah semata. Jika dulu para pahlawan bertaruh nyawa dengan senjata, maka hari ini kita berjuang dengan pena, dengan kitab, dan dengan keteguhan akhlak.

Saudara-saudaraku, jangan biarkan kemerdekaan ini menjadi hambar karena kita lupa akan air mata ibu-ibu yang melepas anaknya ke medan perang tanpa kepastian kembali. Jangan biarkan kemerdekaan ini sia-sia karena kita terjebak dalam perpecahan. Mari kita jadikan pesantren ini sebagai benteng, bukan hanya bagi ilmu agama, tetapi sebagai mercusuar cinta tanah air yang tak pernah padam.

Sebagai penutup, mari kita teguhkan janji. Bahwa kemerdekaan ini akan kita isi dengan karya yang bermanfaat, dengan doa yang tulus, dan dengan pengabdian yang tak kenal putus. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya jika dalam penyelenggaraan ini masih terdapat kekurangan. Semoga Allah menerima niat baik kita, mengampuni dosa-dosa para pahlawan kita, dan menjadikan negeri ini negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →