اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ
Kepada yang terhormat para alim ulama, para kiai sepuh yang senantiasa menjadi pelita umat, para asatidz dan asatidzah wabil khusus pengurus Pondok Pesantren Mambaul 'Ulum (Pp. MB) yang wajahnya hari ini tampak lebih cerah daripada biasanya—mungkin karena sudah sarapan, atau karena takut uang sakunya dipotong; serta seluruh santri putra dan santri putri yang saya banggakan dan saya sayangi, terutama yang sudah mandi pagi ini.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, kita dapat berkumpul di halaman Pondok Pesantren Mambaul 'Ulum dalam acara "Pembukaan Lomba Hari Santri" tanpa ada halangan suatu apa pun. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan semoga kita selaku umatnya mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir kelak. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Berdirinya saya di sini bukan untuk menceramahi atau memberikan ujian lisan, melainkan atas takdir dan jabatan saya sebagai Pengasuh pondok pesantren tercinta ini—yang tugas utamanya adalah memastikan santri tidak kelaparan, tidak kabur saat malam minggu, dan rajin ngaji.
Pertama-tama, atas nama Pengasuh, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak penyelenggara, yakni keluarga besar Pp. MB, panitia yang kreatif tapi sering begadang, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras siang dan malam. Kalau panitia bilang acara ini sukses, itu karena kerja keras mereka. Tapi kalau nanti lombanya ribut, itu pasti ulah santri yang kurang piknik. Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh tamu undangan dan hadirin yang berkenan meluangkan waktu. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian adalah bukti nyata bahwa cinta terhadap santri itu lebih kuat daripada cinta pada kuota internet yang hampir habis.
Hadirin sekalian yang berbahagia, hari ini kita memperingati Hari Santri. Bicara soal santri, santri itu makhluk paling unik di muka bumi. Disuruh bangun malam tahajud, berat. Tapi disuruh antre panjang demi jatah bakso pondok, rela berdiri dua jam sambil senyum-senyum. Santri itu juga jagoan bertahan hidup, mulai dari urusan melipat sarung yang ajaib sampai akrobatik menggunakan termos dan mie instan.
Namun di balik kesederhanaan dan kelucuan gaya hidup santri, di pundak merekalah masa depan agama dan bangsa ini dipertaruhkan. Perlombaan yang kita buka hari ini bukan sekadar ajang pamer piala atau mencari siapa yang paling jago teriak saat lomba pidato. Lebih dari itu, ini adalah wadah untuk mengasah potensi, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan mental juara yang berakhlakul karimah.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).
Dan dipertegas pula oleh baginda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِه خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka ia akan dipahamkan dalam urusan agama." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum perlombaan Hari Santri di Pp. MB ini sebagai ajang pembuktian bahwa santri tidak hanya pandai mengaji kitab kuning, tetapi juga cerdas, sportif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan kopiah dan sarungnya.
Kepada seluruh peserta lomba, bertandinglah dengan jujur dan penuh semangat. Menang itu bonus, kalah itu biasa, tapi kalau kalah lalu ngambek tidak mau ngaji, itu baru luar biasa lucunya. Jadikan setiap cabang lomba—baik tahfidz, pidato, kitab kuning, hingga lomba-lomba kreatif lainnya—sebagai sarana ibadah dan dakwah.
Di penghujung sambutan ini, mari kita berdoa kepada Allah SWT semoga rangkaian acara "Pembukaan Lomba Hari Santri" di Pp. MB ini diberikan kelancaran, kesuksesan, serta membawa berkah bagi kita semua. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Saya sebagai Pengasuh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada tutur kata yang kurang berkenan, candaan yang kelewatan, atau tatapan mata saya yang terlalu tajam mirip pengawas ujian. Manusia tempatnya salah, dan kesempurnaan itu hanya milik Allah, sedangkan santri itu milik kiai (canda).
Dengan memohon ridha dan bimbingan Allah SWT, serta dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, acara "Pembukaan Lomba Hari Santri Pp. MB" secara resmi saya nyatakan DIBUKA!
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ