Logo Kangsantri AI

Buat judul artikel Islami profesion...

Sambutan
M
Muhammad Rosikhul Hasan
23 Oktober 2026 4 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin dan hadirat, para sepuh, alim ulama, asatidz, serta seluruh tamu undangan yang kami muliakan wabil khusus kepada kedua orang tua tercinta dari kedua mempelai yang hari ini hatinya bergemetar melepas buah hati tercinta.

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas limpahan rahmat, taufik, dan izin-Nya, kita dapat duduk bersama dalam majelis yang penuh dengan linangan air mata kebahagiaan ini, untuk menyaksikan sebuah ikrar suci akad nikah. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Berdiri saya di hadapan Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian, bukan sebagai seseorang yang paling tahu, melainkan sebagai seorang yang diminta untuk menitipkan sepatah dua patah kata nasehat pernikahan kepada Ananda berdua, pengantin yang kini tengah duduk bersanding di pelaminan.

Teristimewa, ucapan terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kepada tuan rumah, keluarga besar penyelenggara pribadi yang dengan penuh ketulusan, tetesan peluh, dan cinta kasih telah menyiapkan hari bahagia ini. Terima kasih pula kepada seluruh panitia dan kerabat yang bahu-membahu menyukseskan acara ini, serta kepada seluruh tamu undangan yang telah melangkah, meluangkan waktu demi memberikan doa restu bagi kedua mempelai. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian adalah bentuk cinta nyata bagi perjalanan baru mereka berdua.

Anandaku berdua, pengantin yang tercinta. Coba kalian tatap wajah kedua orang tua kalian di ruangan ini. Tengoklah air mata yang menetes di sudut mata ibunda kalian. Tahukah kalian, air mata itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata keikhlasan yang amat berat. Hari ini, detik akad tadi terucap, seorang ibu melepas belahan jiwanya, anak yang sejak dalam kandungan ia timang dengan darah dan air mata, untuk diserahkan sepenuhnya kepada imam pilihannya.

Pernikahan bukanlah sekadar perayaan gemerlap, bukan pula pesta tawa semata. Pernikahan adalah sebuah gerbang penyerahan diri, sebuah lautan luas di mana kalian akan berlayar, yang di dalamnya pasti akan ada badai, gelombang tinggi, dan karam yang menguji kesabaran. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya di dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Anandaku, ayat ini mengajarkan bahwa rumah tangga yang sakinah tidak dibangun di atas kesempurnaan, melainkan di atas kesabaran yang tak bertepi dan maaf yang seluas samudra. Kelak, kalian akan melihat kekurangan pasangan kalian yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya. Akan ada malam-malam di mana amarah menguji kesabaran, di mana ego mencoba meruntuhkan bangunan cinta yang baru seumur jagung kalian dirikan.

Ingatlah pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku."

Wahai suamiku, wahai istriku, kelak di dalam rumah tangga, jadilah penyejuk di saat yang satu kepanasan. Jadilah pelindung di saat yang satu ketakutan. Jangan pernah lepaskan genggaman tangan kalian, terutamanya ketika badai kehidupan menerpa. Ingatlah betapa lelahnya kedua orang tua kalian membesarkan kalian hingga hari ini, maka jangan sia-siakan air mata pengorbanan mereka dengan perpisahan atau kelalaian dalam menjaga amanah suci ini.

Mari kita tutup kebersamaan ini dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Semoga Allah senantiasa memberkahi pernikahan ananda berdua, menghimpun keduanya dalam kebaikan, melapangkan rezeki rumah tangga mereka, menjadikan keturunan mereka sebagai penyejuk mata, serta melanggengkan cinta kasih mereka hingga ke surga-Nya kelak.

Saya pribadi, sebagai penyampai nasehat pada hari yang mulia ini, memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang terlalu menusuk hati atau kurang berkenan di hati Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian. Yang benar datangnya dari Allah SWT, dan yang salah datang dari kelemahan diri saya pribadi.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →