اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz dan asatidzah, yang kami muliakan Bapak Ketua Takmir Masjid Nurul Iman, segenap jajaran panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta seluruh hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah SWT.
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul di Masjid Nurul Iman yang mulia ini dalam rangka memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Perkenankan saya berdiri di sini mewakili Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap pengurus dan jamaah Masjid Nurul Iman. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras panitia yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat khidmat. Kehadiran kita semua di sini adalah bukti cinta dan kerinduan kita kepada Rasulullah, sekaligus ikhtiar untuk terus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana kita telah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang telah saya bacakan di awal tadi, bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Laa yu’minu ahadukum hatta akuna ahabba ilaihi min walidihi wa waladihi wan-nasi ajma’in.”
(Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia).
Mencintai Rasulullah berarti mengikuti jejak langkah beliau dalam beribadah, berakhlak, dan bermuamalah. Masjid Nurul Iman, sebagai pusat peradaban dan kegiatan keagamaan, memiliki peran strategis untuk terus menggaungkan ajaran Rasulullah yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang. Kami dari pihak KUA sangat mendukung program-program keumatan yang diinisiasi oleh masjid ini, terutama dalam membangun ketahanan keluarga dan pendidikan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai kenabian.
Mari kita jadikan peringatan Maulid ini sebagai titik balik untuk memperkuat ukhuwah islamiyah. Jika kita bersatu, saling mendukung dalam kebaikan, insya Allah, kedamaian akan tercipta di lingkungan kita. Saya mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk terus memakmurkan Masjid Nurul Iman tidak hanya melalui ibadah mahdhah, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang membawa manfaat bagi sesama.
Sebagai penutup, mari kita berdoa agar melalui momentum Maulid ini, Allah SWT senantiasa membimbing kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik, keluarga yang sakinah, dan masyarakat yang senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Semoga acara ini membawa keberkahan bagi kita semua.
Saya mewakili rekan-rekan di KUA memohon maaf apabila terdapat tutur kata atau sikap yang kurang berkenan. Selamat mengikuti rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khusyuk.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ