Logo SantriDigital

bahagia

Ceramah
H
Hasbullah Ahmad
28 April 2026 4 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ٱلحَمْدُ للهِ رَبِّ ٱلعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ ٱلْأَنْبِيَاءِ وَٱلْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ٱلحَمْدُ للهِ رَبِّ ٱلعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ ٱلْأَنْبِيَاءِ وَٱلْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ ٱلْكَرِيمِ: {الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ} (الرعد: 28) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah SWT. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita pada kesempatan yang berbahagia ini. Tak lupa shalawat serta salam kita limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Syukur yang sedalam-dalamnya kita panjatkan kepada Allah atas nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan yang memungkinkan kita semua untuk hadir di majelis yang mulia ini. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian menunjukkan betapa besar semangat kita untuk menimba ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan sebuah tema yang sangat fundamental dalam kehidupan kita, yaitu "Bahagia itu Ternyata Mudah". Seringkali kita mengaitkan kebahagiaan dengan harta, tahta, atau profesi yang mentereng. Padahal, esensi kebahagiaan yang hakiki jauh melampaui itu semua, sebagaimana diajarkan oleh agama kita, Islam. Saudaraku, kebahagiaan sejati adalah ketenangan hati. Dan ketenangan hati itu didapat dengan mengingat Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'd ayat 28 yang telah kita bacakan tadi: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." Ayat ini dengan gamblang menjelaskan bahwa sumber ketenangan dan kebahagiaan hakiki bukanlah materi atau kesenangan duniawi semata, melainkan kedekatan kita dengan Sang Pencipta. Ketika hati kita dipenuhi oleh zikrullah (mengingat Allah), maka segala kegelisahan, kekhawatiran, dan kesedihan akan berganti dengan ketenangan dan kedamaian. Bagaimana cara kita mengingat Allah? Pertama, melalui ibadah kita. Shalat yang kita dirikan adalah sarana utama untuk berkomunikasi dengan Allah. Ketika kita shalat dengan khusyuk, menyadari bahwa kita sedang berdiri di hadapan-Nya, maka hati kita akan terasa lebih ringan dan damai. Sedekah yang kita keluarkan, puasa yang kita jalankan, dan ibadah-ibadah lainnya adalah bentuk pengabdian kita yang juga mendatangkan ketenangan. Kedua, melalui tadabbur (merenungi) ciptaan-Nya. Coba kita perhatikan alam semesta yang begitu luas, langit yang terbentang, gunung yang kokoh, air yang mengalir. Semua itu adalah bukti kebesaran Allah. Dengan merenungi keagungan ciptaan-Nya, hati kita akan semakin tunduk dan terdorong untuk lebih mencintai-Nya. Ketiga, melalui doa dan munajat. Ketika kita dilanda masalah, mengadulah kepada Allah. Sampaikan segala keluh kesah kita dalam doa. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman: "Wahai hambaku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu petunjuk. Wahai hambaku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu makan. Wahai hambaku, kalian semua telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu pakaian. Wahai hambaku, kalian semua berbuat dosa kecuali orang yang Aku lindungi, maka bertanyalah kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu." (HR. Muslim) Dalam hadits ini, Allah mengajarkan bahwa segala kebutuhan kita, termasuk petunjuk, makanan, dan pakaian, berasal dari-Nya. Maka, janganlah kita ragu untuk memohon kepada-Nya. Saudaraku, mari kita renungkan, seringkali kebahagiaan itu begitu dekat dengan kita, namun kita tidak menyadarinya. Kebahagiaan itu adalah saat kita bisa berkumpul dengan keluarga tercinta dalam keadaan sehat wal'afiat. Kebahagiaan itu adalah saat kita bisa membantu sesama, meringankan beban mereka. Kebahagiaan itu adalah saat kita bisa berbuat baik kepada kedua orang tua. Kebahagiaan itu adalah saat kita bisa menahan diri dari perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga hal yang dapat memutihkan hati: membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, perut yang kosong (dari makanan haram), dan qiyamul lail (shalat malam)." (HR. Baihaqi, sanadnya hasan) Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, yaitu membacanya sambil merenungkan makna di baliknya, akan membuka jendela hati kita terhadap cahaya kebenaran. Perut yang tidak diisi dengan rezeki yang haram akan menjaga kejernihan akal dan ketenangan jiwa. Dan qiyamul lail, shalat di malam hari, adalah waktu yang paling afdhal untuk bermunajat kepada Allah dan merasakan kedekatan-Nya. Oleh karena itu, marilah kita jadikan dzikrullah sebagai kebiasaan kita. Lisan kita basahi dengan shalawat, hati kita penuhi dengan rasa cinta kepada Allah, dan tindakan kita selaraskan dengan ajaran-Nya. Jangan biarkan kesibukan dunia melalaikan kita dari mengingat-Nya. Ingatlah, kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan yang datang dari Allah, kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemudahan untuk senantiasa mengingat-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa berbahagia di dunia dan akhirat. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Terima kasih atas perhatiannya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →