Logo SantriDigital

bahaya LGBT pada masa ini

Kultum
H
Henny Purnianto
1 Mei 2026 3 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا. (سورة الفرقان: 72) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah. Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan kebaikan senantiasa menyertai kita. Aamiin. Jalan-jalan ke pasar Palmerah, Jangan lupa membeli buah pepaya. Kalau hidup ingin penuh barokah, Hindari maksiat jangan sampai terjerat bahaya. Nah, Bapak Ibu, kali ini kita mau ngobrol santai, tapi tetap serius ya, tentang sebuah "fenomena" yang lagi gencar banget di zaman sekarang. Fenomena yang bikin geregetan, bikin gemes, bikin kadang mikir, "Ini orang beneran apa lagi iseng ya?" Ya, kita bicara soal LGBT. Bapak, Ibu, kalau kita lihat zaman sekarang, kok rasanya makin aneh-aneh aja ya? Dulu, kalau orang pacaran beda jenis, itu sudah lumrah. Kalau ada yang ngajak nikah, ya alhamdulillah, jadi dua jadi satu. Nah, sekarang ini, ada yang lebih "kreatif". Cowok sama cowok, cewek sama cewek. Dikiranya lagi main tebak-tebakan identitas apa? Tahu-tahu jawabannya "saya suka sesama jenis". Wah, ini bukan sekedar salah sambung HP, ini salah sambung "pasangan hidup"! Islam itu agama yang indah, Bapak Ibu. Sejak awal penciptaan, Allah sudah tetapkan kokodifikasi-Nya: Adam dan Hawa. Laki-laki dan perempuan. Saling melengkapi, saling menyempurnakan. Bukan Adam sama Hawa, tapi Adam sama Adam, atau Hawa sama Hawa. Ibaratnya, kalau mau bikin rumah, kan butuh semen sama pasir, bukan semen sama semen, atau pasir sama pasir. Nanti bangunannya roboh sebelum punya KPR! Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 81: وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya: 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelumnya?'" Ini bukan cuma nggak direstui Allah, tapi juga bikin murka. Perbuatan kaum Nabi Luth itu contohnya. Mereka melakukannya sampai Allah menurunkan azab yang luar biasa. Begitu juga dalam hadits, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ. (رواه أبو داود) "Barangsiapapun yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan yang diperlakukannya." (HR. Abu Daud) Ini bukan berarti kita jadi hakim sendiri ya, tapi menunjukkan betapa beratnya dosa ini di sisi Allah. Ulama-salaf kita dulu sudah paham betul bahayanya ini. Mereka bilang, "Perbuatan kaum Luth itu adalah kebejatan yang merusak fitrah penciptaan dan tatanan masyarakat." Bayangkan kalau seisi dunia isinya cuma cowok sama cowok, atau cewek sama cewek. Siapa yang nanti punya anak? Siapa yang akan melanjutkan generasi manusia? Ini namanya bukan evolusi, ini namanya punah! Jangan sampai kita ikut-ikutan tren yang justru membawa kita jauh dari rahmat Allah. Saudaraku, kalau ada di antara kita yang mungkin "tergelincir" atau punya pemikiran seperti ini, jangan putus asa dari rahmat Allah. Segeralah bertaubat nasuha. Datangi Allah dengan hati yang menyesal. Perbaiki diri, cari lingkungan yang baik, pelajari lagi ajaran agama kita. Ingat, Allah Maha Pengampun. Ajakan hari ini sederhana: mari kita jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan kita. Terus tebar kebaikan, sebarkan ilmu yang benar. Kalau ada yang terpengaruh atau punya masalah seperti ini, dekati dia dengan kasih sayang, ingatkan dengan hikmah, jangan dijudge, tapi ajak kembali ke jalan yang lurus. Mari kita sama-sama menjadi agen perubahan positif, menebar kedamaian dan kasih sayang, bukan kerusakan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dari segala macam fitnah, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, sampai kita semua kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →