Logo SantriDigital

Cerdas dalam melangkag

Khutbah Jumat
A
Ach Hafifi
30 April 2026 4 menit baca 1 views

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَ...

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Di hari yang penuh keberkahan ini, mari kita renungkan sejenak hakikat perjalanan hidup kita. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim, surat Ali 'Imran ayat 102: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." Saudara-saudaraku yang terkasih dalam iman, sesungguhnya setiap langkah yang kita ambil, setiap keputusan yang kita buat, sejatinya adalah sebuah pertaruhan. Pertaruhan akan masa depan ruhani kita, pertaruhan akan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Maka, menjadi hamba Allah yang cerdas adalah ketika kita mampu melangkah dengan penuh kesadaran, mengukur setiap jejak sebelum berpijak, dan senantiasa berorientasi pada keridhaan Sang Pencipta. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kehidupan dunia ini adalah ladang. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Jika kita menanam kebaikan, setitik pun, Allah akan membalasnya. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Az-Zalzalah ayat 7-8: فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ "Maka barangsiapa mengerjakan seberat zarrah (atom) kebaikan, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan seberat zarrah (atom) kejahatan, niscaya ia akan melihat (balasan)nya." Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam setiap langkah. Jangan sampai kita terperosok dalam lubang kesombongan, terjerumus dalam jurang riya', atau tersesat di lembah kelalaian. Kehati-hatian ini bukan berarti kita menjadi ragu-ragu, tetapi justru menjadi bijaksana. Memikirkan dampak dari setiap tindakan, dampak dari setiap ucapan. Apakah ia akan membawa kita lebih dekat pada Allah, atau justru menjauhkan kita dari rahmat-Nya? Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Sungguh merugi jiwa yang hanya mengejar fatamorgana dunia. Kesenangan sesaat yang dibayar dengan penyesalan abadi. Ingatlah peringatan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir." (HR. Muslim) Maka, cerdasnya seorang mukmin adalah tidak larut dalam gemerlap dunia yang fana. Ia menjalaninya dengan penuh hikmah, menjadikannya sebagai sarana untuk menggapai segala keridhaan Allah. Ia tidak tertipu oleh kilauannya, tidak terlena oleh gemuruhnya. Ia terus menjaga hati, menjaga lisannya, menjaga setiap anggota tubuhnya agar tidak terseret dalam arus kemaksiatan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Bagaimanakah kita dapat menjadi pribadi yang cerdas dalam melangkah? Jawabannya terbentang jelas dalam petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah. Kita perlu memperbekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, yang membimbing kita pada kebenaran. Kita perlu merajut hubungan yang tulus dengan Allah, melalui ibadah yang khusyuk, doa yang tak henti, dan istighfar yang senantiasa mengalir. Lihatlah bagaimana para sahabat Nabi radhiyallahu 'anhum, mereka adalah contoh terbaik bagaimana melangkah dengan cermat. Setiap keputusan mereka selalu mempertimbangkan apa kata Allah dan apa kata Rasul-Nya. Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21 menegaskan: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." Oleh karena itu, mari kita periksa kembali kaki-kaki kita. Ke mana arah langkah kita? Apakah ia membimbing kita menuju majelis ilmu, atau malah tersesat di jalan kemaksiatan? Apakah ia melangkah membantu sesama, atau malah ia melangkah untuk menggunjing dan menyakiti hati? Renungkanlah, wahai diri, renungkanlah! Sungguh, setiap detik adalah anugerah, setiap kesempatan adalah modal. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Berapa banyak dari kita yang hari ini masih terbuai dalam mimpi dunia, melupakan bekal untuk hari akhir? Betapa indahnya jika setiap langkah kita adalah langkah yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya. Melangkah dengan cinta, melangkah dengan harap, melangkah dengan rasa takut yang tulus kepada-Nya. Duhai Zat yang Maha Pengasih, Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, Jadikanlah setiap langkah kami adalah ibadah, Setiap ucapan kami adalah dzikir, Dan setiap pandangan kami adalah dzikir kepada-Mu. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami melangkah tanpa petunjuk-Mu. Bila hari ini kita merasa telah banyak melakukan kesalahan, janganlah berputus asa. Tobatlah dengan sebenar-benarnya tobat. Kembalilah kepada-Nya seraya memohon ampunan. Allah Ta'ala berfirman: وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ "Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31) Mari kita bangkitkan diri. Mari kita mulai melangkah dengan cerdas. Melangkah dengan iman, melangkah dengan ilmu, melangkah dengan kesadaran penuh bahwa ada pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala di setiap jengkal perjalanan kita. Semoga Allah Ta'ala senantiasa membimbing setiap langkah kita di dunia ini, dan menjadikan akhir perjalanan kita husnul khatimah. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →