pentingnya memelihara sholat 5 waktu
Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
1 Mei 2026
6 menit baca
0 views
(Memulai dengan nada tenang, berat, dan berwibawa) Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. [Arab Pembukaan] الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،...
(Memulai dengan nada tenang, berat, dan berwibawa)
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
[Arab Pembukaan]
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
[Masuk ke Isi Khutbah Pertama - Bahasa Indonesia]
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Ta'ala. Jaga diri, jaga hati, jaga lisan, dan jaga setiap gerak-gerik kita agar selalu dalam koridor keridaan-Nya. Sebab, hanya dengan takwa, kita akan meraih kemenangan sejati, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kemenangan yang dijanjikan oleh Allah Sang Maha Perkasa.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia yang fana ini, seringkali kita lalai, terbuai oleh gemerlapnya. Lupa akan tujuan hakiki diciptakannya kita. Padahal, Allah Ta'ala telah menganugerahkan kepada kita sebuah mercusuar penuntun, sebuah tiang agama yang kokoh, yaitu shalat lima waktu. Shalat, bukan sekadar gerakan fisik, bukan pula rutinitas tanpa makna. Shalat adalah jembatan spiritual kita menuju Ar-Rahman, adalah panggilan langsung dari Sang Pencipta untuk kita berkomunikasi, mengadu, memohon, dan berserah diri.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
"اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا"
(An-Nisaa: 103)
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin."
Ayat ini adalah pengingat yang fundamental. Waktu yang telah ditentukan, bukan untuk kita langgar, bukan untuk kita tunda-tunda seenaknya. Betapa banyak orang yang mengaku beriman, namun shalatnya seringkali terlunta-lunta, dikerjakan sekadar gugur kewajiban, bahkan ada yang meninggalkannya sama sekali. Kehilangan sudah arah, hilang sudah pegangan. Mereka telah menutup pintu komunikasi dengan Rabb-nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bayangkan, setiap hari panggilan adzan berkumandang, memanggil kita menghadap Sang Maha Raja. Azan itu bukan sekadar suara, ia adalah seruan cinta dari Allah: "Kemarilah wahai hamba-Ku, curahkan segala resahmu, lepaskan segala bebamu, temukan ketenangan di hadapan-Ku." Namun, seringkali panggilan cinta itu kita tolak dengan alasan kesibukan dunia yang tak seberapa. Kesibukan yang kelak akan kita tinggalkan, namun kesempatan menghadap Allah akan hilang selamanya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ"
(HR. Muslim)
"Pembatas antara seorang mukmin dengan kekufuran dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat."
Ini bukan sekadar ancaman, ini adalah peringatan keras yang seharusnya mengguncang relung jiwa kita. Meninggalkan shalat adalah jurang pemisah antara keimanan dan kekufuran. Maukah kita berada di tepi jurang itu? Maukah kita berpeluang tergelincir ke dalam jurang kehancuran abadi? Renungkanlah, wahai hamba Allah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat kelak. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ"
(HR. At-Tirmidzi)
"Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka seluruh amalnya juga baik. Jika shalatnya rusak, maka seluruh amalnya juga rusak."
Lihatlah betapa sentralnya kedudukan shalat. Ia adalah kunci kebaikan seluruh amal. Jika shalat kita terjaga, insya Allah sedekah kita akan berkah, puasa kita akan diterima, silaturahim kita akan langgeng, dan segala kebaikan yang kita lakukan akan bersemi. Namun, jika shalat kita berantakan, bagaimana mungkin kita mengharapkan kebaikan di amalan lainnya? Shalat yang lalai, shalat yang terburu-buru tanpa kekhusyukan, adalah pertanda bahwa hati kita telah jauh dari Allah.
Seringkali kita merasa bangga dengan pencapaian duniawi kita, namun seringkali kita malu atau malas untuk bercerita tentang kekhusyukan shalat kita. Padahal, di hadapan Allah, kekhusyukan shalat itu lebih berharga daripada seluruh istana dan harta di dunia ini. Ia adalah investasi ruhani yang akan menyelamatkan kita dari siksa api neraka yang menyala-nyala.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Mari kita renungkan sejenak. Seberapa sering kita merasa cemas dan gelisah dalam perjalanan hidup ini? Seberapa sering kita terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan? Shalat, adalah obatnya. Shalat, adalah penenteram jiwa. Saat kita berdiri di hadapan Allah, semua masalah dunia akan terasa kecil, semua beban akan terasa ringan. Ada ketenangan yang luar biasa saat kita mampu menumpahkan segala kerinduan dan penyesalan kita kepada-Nya dalam sujud yang panjang.
Jangan tunda lagi untuk memperbaiki shalat kita. Jangan biarkan syaitan terus membisikkan keengganan. Mari kita sambut panggilan-Nya dengan penuh cinta, dengan kerinduan yang membara. Jadikanlah setiap waktu shalat sebagai momen terindah dalam hidup kita, momen bertatap muka dengan Sang Kekasih Abadi. Shalatlah seolah-olah ini adalah shalat terakhir kita, shalat yang akan mengantar kita menuju surga-Nya yang penuh kenikmatan.
[Arab Penutup Khutbah Pertama]
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
---
(Berhenti sejenak, lalu melanjutkan ke Khutbah Kedua)
(Memulai Khutbah Kedua dengan nada yang sedikit lebih pelan namun tetap berwibawa)
Alhamdulillahilladzi hadana lihadha wa ma kunna linahtadiya laula an hadanallah. Alladzina asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in.
Amma ba'du.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Menyambung pesan khutbah pertama, mari kita bulatkan tekad untuk senantiasa menjaga shalat kita. Bukan hanya menjaganya dari batal, tetapi menjaga kekhusyukannya, menjaga adabnya, menjaga ketenangannya. Ingatlah, Allah Maha Melihat sekecil apapun usaha kita. Seseorang yang shalatnya terjaga, insya Allah hidupnya akan terjaga. Hatinya akan tenang, rezekinya akan berkah, dan kesulitannya akan dipermudah oleh Allah Ta'ala.
Betapa banyak kisah orang-orang shaleh yang ketika mereka dihadapkan pada masalah yang pelik, mereka bersegera mendirikan shalat. Karena mereka yakin, di hadirat Allah, tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan. Sujud di hadapan Allah adalah solusi pamungkas bagi setiap hamba yang beriman. Mari kita kembali merasakan nikmatnya bermunajat, nikmatnya merajut hubungan dengan Sang Pencipta, melalui shalat lima waktu yang penuh makna.
(Nada mulai meningkat, penuh perasaan)
Wahai saudaraku, jangan sampai kita menjadi golongan yang Allah Ta'ala sebutkan dalam firman-Nya:
"فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ"
(Al-Maa'uun: 4-5)
"Maka celakalah orang-orang yang lalai shalatnya, (yaitu) orang-orang yang mereka itu berbuat riya."
Lalai dalam shalat, itu adalah ancaman. Bukan hanya lalai dalam waktu, tapi juga lalai dalam hakikatnya, lalai dalam kekhusyukannya, lalai dalam merenungi makna ayat-ayat yang dibacanya. Apakah kita akan menjadi bagian dari mereka yang terancam celaka? Tentu tidak! Kita ingin menjadi hamba yang dirahmati, yang dicintai Allah.
(Mengajak jamaah untuk berdoa, nada melembut, penuh harapan)
Oleh karena itu, marilah kita bermohon kepada Allah Ta'ala dengan penuh pengharapan. Semoga Allah senantiasa menguatkan hati kita untuk mendirikan shalat tepat waktu dan penuh kekhusyukan. Semoga Allah menjadikan shalat sebagai cahaya bagi hidup kita, penenang jiwa kita, dan bekal terbaik kita menghadap-Nya.
Allahumma, jadikanlah shalat kami sebagai Wasilah kami untuk meraih ridha-Mu.
Allahumma, rahmatilah kami, ampuni dosa-dosa kami, dan terimalah taubat kami.
Allahumma, tunjukkanlah kami jalan kebaikan dan jauhkanlah kami dari segala keburukan.
Allahumma, bimbinglah kami untuk selalu menjaga shalat kami, ibadah kami yang paling utama setelah dua kalimah syahadat.
(Mengakhiri dengan doa penutup)
Marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita, mengampuni segala dosa kita, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa taat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
[Arab Doa Penutup Khutbah Kedua]
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اَللّٰهُمَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ، اَللّٰهُمَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ.
عِبَادَ اللهِ، اُذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.