Menghadapi derasnya informasi di era digital ini
Khutbah Jumat
H
Henny Purnianto
1 Mei 2026
3 menit baca
0 views
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ ي...
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Amma ba'd.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Saudaraku seiman, hadirin sekalian yang dirahmati Allah. Kita hidup di zaman yang penuh dengan gemerlap dunia, namun juga penuh godaan. Zaman di mana informasi mengalir begitu deras, bagai tsunami digital yang tak henti-hentinya menghantam kita. Setiap detik, kita dibombardir oleh berita, gambar, video, opini, dan segala macam hal dari berbagai penjuru dunia. Ini adalah nikmat sekaligus ujian yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kemudahan akses informasi ini, jika tidak kita sikapi dengan bijak, dapat menjauhkan hati kita dari Allah. Kita bisa tenggelam dalam lautan kesibukan dunia maya, melupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah, kehilangan waktu berharga untuk tadabbur Al-Qur'an, merenungi kebesaran-Nya, atau bahkan sekadar mengingat-Nya dalam diam. Allah Ta'ala berfirman: "وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا" (QS. Al-Kahfi: 28). Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lupakan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah kelakuannya itu melewati batas.
Ketahuilah, wahai saudara-saudariku, bahwa setiap informasi yang kita terima, setiap detik yang berlalu di hadapan layar gawai, adalah amanah dari Allah. Bagaimana kita menggunakannya? Apakah untuk kebaikan, untuk mencari ilmu yang bermanfaat, untuk mempererat silaturahmi dalam kebaikan, ataukah malah terjerumus dalam fitnah, kebohongan, dan perbuatan sia-sia yang mengundang murka-Nya? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ" (HR. Bukhari). Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya adalah kesehatan dan waktu luang. Dan sesungguhnya, waktu kita di dunia digital ini adalah bagian dari waktu luang yang harus kita syukuri dan gunakan sebaik-baiknya.
Sungguh, arus informasi yang deras ini membutuhkan benteng spiritual yang kokoh di dalam dada kita. Benteng yang terbuat dari iman yang teguh, keyakinan yang murni, dan ketaqwaan yang mendalam. Kita harus mampu memilah informasi, membedakan mana yang benar dan mana yang dusta, mana yang membangun dan mana yang merusak. Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya: "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ" (QS. Al-Hujurat: 6). Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan, sehingga kamu menjadi menyesal atas apa yang telah kamu perbuat.
Marilah kita merenung, sejenak saja, di tengah hingar bingar notifikasi yang tiada henti. Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, sudah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mencari keridhaan Allah di dunia maya ini? Sudah berapa banyak kebaikan yang kita sebarkan, atau justru kita terseret dalam ujaran kebencian dan permusuhan yang memecah belah umat? Ingatlah, setiap jejak digital kita akan menjadi saksi di hadapan Allah nanti, pada hari kiamat kelak.
Wahai Saudaraku, jagalah lisanmu, jagalah jemarimu di dunia digital ini. Gunakan untuk kebaikan, sebarkan ilmu, tularkan semangat positivitas, ajak kepada kebenaran, dan senantiasa berzikir kepada Allah. Jangan biarkan dunia maya ini menjadi kuburan bagi amal-amal baik kita, atau malah menjadi ladang dosa yang kelak akan memberatkan hisab kita. Allah berfirman: "مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ" (QS. Qaf: 18). Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
Betapa rindu hati ini melihat setiap diri kita menjadi pribadi yang bijak dalam menyikapi arus informasi. Menjadi hamba Allah yang cerdas, yang selalu menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai kompas hidupnya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita, menjauhkan kita dari fitnah akhir zaman, dan menjadikan internet serta segala kemudahan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Marilah kita bersama-sama bertasbih, bertahmid, dan bertahlil, atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.