pentingnya menjaga lisan
Khutbah Jumat
A
adim
28 April 2026
4 menit baca
1 views
أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ...
أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Sidang Jumu'ah yang dirahmati Allah,
Betapa agungnya nikmat yang Allah karuniakan kepada kita, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, dan nikmat kesempatan untuk berkumpul di rumah-Nya pada hari yang mulia ini. Hari ini, saya ingin mengajak kita semua, diri saya pribadi lebih utama, untuk merenungi satu anugerah sekaligus ujian yang begitu besar dalam hidup kita: lisan. Seringkali kita meremehkan apa yang keluar dari mulut kita, menganggapnya remeh, padahal di dalamnya tersimpan potensi kebaikan yang luar biasa, namun juga ancaman keburukan yang mengerikan.
Marilah kita ingat firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang mengingatkan kita akan tanggung jawab lisan ini:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18)
Pernahkah kita berhenti sejenak, sembari memejamkan mata, membayangkan ada dua malaikat mulia yang senantiasa mencatat setiap kata yang terucap dari bibir kita? Setiap keluhan, setiap pujian, setiap gosip, setiap ucapan selamat, bahkan bisikan hati yang terlanjur keluar. Sungguh, timbangan amal kita bergantung pada setiap huruf yang kita ucapkan. Betapa menakutkan jika kelak di akhirat, catatan itu dipenuhi gumpalan dosa dari lisan yang tak terkendali. Ingatlah, lisan yang lancar berucap keburukan, bisa menjadi bumerang yang menghancurkan diri sendiri dan orang lain, bahkan menjerumuskan kita ke dalam neraka yang paling dalam.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ، لاَ يَدْرِيْ مَا تَبْلُغُ، يَكْتُبُ اللهُ لَهُ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ.
"Sesungguhnya seorang hamba sungguh mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, dia tidak menyadari akibatnya, Allah mencatat untuknya murka-Nya sampai hari ketika dia menemui-Nya."
Bayangkan, satu kalimat saja yang keluar dari ketidaksengajaan, dari kemarahan sesaat, dari candaan yang berlebihan, bisa menyebabkan murka Allah yang kekal! Murka yang membuat alam semesta berguncang, murka yang membuat hati manusia hancur lebur. Betapa sempitnya surga bagi orang-orang yang lisannya selalu menyakiti orang lain, menyebar fitnah, dan mengumbar kebohongan. Sungguh, lisan adalah api kecil yang dapat membakar habis hutan kebaikan kita. Jangan sampai ucapan kita yang sekilas lalu, kelak menjadi penyesalan yang tiada tara di hadapan Sang Pencipta.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Namun, di sisi lain, lisan ini pula yang dianugerahi kemampuan untuk mengukir kesaksian keimanan. Ia mampu membisikkan kalimat thayyibah, mengajak kepada kebaikan, dan menyebarkan cinta ilahi. Lisan yang jujur adalah permata yang berkilauan, lisan yang lemah lembut adalah obat penawar luka, lisan yang senantiasa berdzikir adalah dentuman tasbih yang menggetarkan Arsy. Bukankah Allah berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 70-71:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."
Lihatlah keagungan janji Allah! Dengan menjaga lisan kita agar selalu bertutur perkataan yang benar dan baik, Allah akan memperbaiki amal perbuatan kita. Segala usaha yang kita curahkan, segala ibadah yang kita lakukan, akan menjadi lebih berarti di sisi-Nya. Dan yang lebih menggetarkan jiwa, Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Ampunan dari Sang Maha Pengampun, sebuah anugerah yang tak ternilai harganya, yang akan menyelamatkan kita dari siksa api neraka.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Maka dari itu, marilah kita berlatih diri. Latihlah lisan kita agar selalu berucap kebaikan. Jika hendak berbicara, tanyakan pada diri: Apakah ucapan ini akan membawa keridaan Allah atau kemurkaan-Nya? Apakah ia akan mendatangkan kebaikan atau keburukan? Apakah lisan ini akan menjadi jembatan menuju surga atau jurang neraka?
Jika diam lebih baik, maka diamlah. Ingatlah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam." (HR. Bukhari Muslim)
Diam adalah jendela daripada seribu bencana. Diam adalah kebijaksanaan yang sering terlewatkan. Biarlah lisan kita menjadi arma penyejuk, bukan senjata pemusnah. Jadikan lisan kita sebagai sumber ilmu, dakwah yang santun, dan untaian doa yang memanjat ke langit.
Sungguh, saat menjelang kematian, banyak penyesalan datang karena lisan yang salah ucap, karena kata-kata yang menyakiti, karena fitnah yang tersebar luas. Mari kita bersihkan hati, sucikan lisan, sebelum malaikat maut datang menjemput. Sungguh, tidak ada yang lebih kita dambakan selain bertemu Allah dalam keadaan husnul khatimah, dengan lisan yang telah kita jaga dari perbuatan yang sia-sia dan dosa.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.