santri inspiratif
Kultum
H
Hasbullah Ahmad
28 April 2026
3 menit baca
1 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: {وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ} (آل عمران: 79).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang dirahmati Allah Ta'ala.
Terbang tinggi burung merpati,
Hinggap sejenak di pucuk cemara.
Sungguh mulia hati santri,
Pusaka bangsa penyejuk udara.
Sungguh sebuah kehormatan bagi kita semua dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah ini. Tema yang akan kita renungkan bersama adalah mengenai sosok santri yang inspiratif, sebuah teladan yang senantiasa menginspirasi kehidupan kita. Siapakah santri itu? Santri bukan sekadar sebutan, lebih dari itu, ia adalah pelita ilmu, tunas harapan bangsa, dan pewaris perjuangan para ulama.
Santri adalah mereka yang memilih jalan menuntut ilmu syar'i, mengabdikan diri di pesantren, berjuang dalam kesederhanaan demi meraih ridha Allah. Kehidupan santri seringkali identik dengan segala keterbatasan, jauh dari kemewahan dunia. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersembunyi kekuatan akidah yang kokoh, keluasan ilmu, dan kemuliaan akhlak. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 269: {يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا} "Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, maka ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak." Dialah santri yang dihiasi hikmah.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." Ini adalah janji Allah bagi setiap penuntut ilmu, termasuk seorang santri yang tekun dalam belajarnya. Bukankah banyak para ulama besar dan tokoh bangsa yang lahir dari ‘rahim’ pesantren? Mereka adalah santri-santri inspiratif yang mewarnai sejarah peradaban Islam dan bangsa ini. Syaikhuna KH. M. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, adalah seorang santri teladan. Beliau tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki visi kebangsaan yang kuat.
Para santri yang terhormat, mari kita renungkan sejenak. Di zaman yang serba digital ini, godaan dunia begitu kuat. Kemudahan akses informasi, hiburan yang melenakan, seringkali membuat kita lalai dari kewajiban. Namun, lihatlah teladan para santri. Dengan segala keterbatasan fasilitas, mereka tetap khusyuk dalam ibadah, tekun dalam belajar, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Sering kita dengar kisah seorang santri yang rela makan nasi aking demi menuntut ilmu Al-Qur'an, atau santri yang memanfaatkan penerangan minim untuk menyelesaikan hafalan di malam hari. Kisah-kisah inilah yang seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk lebih bersyukur dan lebih giat dalam beribadah serta menuntut ilmu.
Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata: "Saudaraku, kamu tidak akan bisa meraih ilmu kecuali dengan enam perkara: kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal, petunjuk guru, dan waktu yang lama." Ini adalah rambu-rambu bagi kita, para santri, untuk terus berjuang menggapai ilmu.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan semangat para santri inspiratif ini sebagai motivasi dalam kehidupan kita. Bagi yang sudah berstatus santri, pertahankan dan tingkatkan kualitas diri. Bagi kita yang bukan santri, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat. Jadikan setiap detik waktu kita bernilai di hadapan Allah Ta'ala.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua, menjadikan kita pribadi-pribadi yang senantiasa menuntut ilmu dan mengamalkan isinya. Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.