اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara sekalian warga desa yang dimuliakan Allah. Pertama-tama, marilah kita haturkan hormat kepada para alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah yang senantiasa membimbing jalan kita. Kepada Bapak Kepala Desa serta tokoh masyarakat yang hadir, terima kasih atas kesempatannya. Tak lupa, salam takzim saya untuk seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu, meninggalkan sejenak sawah dan ladang, demi berkumpul di majelis yang penuh berkah ini. Saya sangat bahagia melihat wajah-wajah penuh semangat ini. Hari ini, saya ingin membakar semangat kita semua untuk menanamkan rasa syukur, bahkan di saat hidup terasa begitu berat menghimpit.
Hadirin yang berbahagia! Seringkah kita mengeluh saat panen tidak memuaskan? Seringkah kita mengeluh saat dompet menipis atau saat cobaan datang silih berganti? Ingatlah, syukur bukan hanya saat kita di atas, tapi syukur adalah kekuatan saat kita di bawah! Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:
Apa artinya? Allah tidak pernah ingkar janji! Kalau hidup terasa sempit, justru itu saatnya kita bersyukur agar Allah bukakan pintu rezeki yang tidak disangka-sangka. Rasulullah SAW mengajarkan kita rahasia besar dalam hadits riwayat Imam Muslim:
Bapak dan Ibu, dengarkan ini! Kita tidak sedang diuji untuk disiksa, tapi kita sedang diuji untuk dinaikkan derajatnya! Layaknya padi yang harus menunduk sebelum bisa kita tuai hasilnya, kita pun harus "menunduk" di hadapan Allah dalam sujud syukur agar hidup kita berkah. Jangan pernah merasa diri manusia paling malang. Masih punya rumah untuk berteduh? Bersyukur! Masih bisa bernafas dengan udara desa yang segar? Bersyukur! Masih bisa menggerakkan kaki untuk melangkah ke majelis ilmu? Itu nikmat luar biasa yang tidak dibeli dengan uang!
Sufyan bin Uyainah pernah berkata:
Jangan biarkan cahaya iman kita padam di desa ini hanya karena urusan perut. Bangkitlah! Jadikan syukur sebagai senjata. Ketika kita bersyukur di tengah ujian, setan akan lari terbirit-birit karena ia gagal membuat kita putus asa. Mulai hari ini, mari kita ubah keluhan menjadi hamdalah. Ingat, harta mungkin bisa habis, tapi jika hati kita penuh syukur, kita adalah orang terkaya di dunia!
Sebagai kesimpulan, janganlah sekali-kali meremehkan nikmat kecil. Syukurilah napas pagi ini, syukurilah anak-anak yang sehat, syukurilah tetangga yang saling membantu. Amalkanlah syukur ini dengan lisan dan perbuatan. Ayo, tanamkan dalam hati, apa pun yang terjadi, "Alhamdulillah" adalah kata pertama yang harus keluar dari bibir kita.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur. Berikan kami kesabaran di tengah beratnya ujian hidup. Lapangkanlah rezeki kami, berkahilah desa kami, dan kumpulkanlah kami nanti di surga-Mu. Mohon maaf jika tutur kata saya ada yang kurang berkenan, itu murni datang dari kelemahan saya sebagai manusia. Kebenaran hanyalah milik Allah semata.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ