اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ﴿لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ﴾. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang saya hormati para alim ulama, sesepuh desa yang menjadi panutan kita semua, Bapak Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan adik-adik sekalian yang saya cintai karena Allah. Masya Allah, wajah-wajah di sini kalau diterangi lampu masjid kok rasanya lebih cerah daripada wajah orang yang baru menang arisan ya? Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat.
Bapak-Ibu, seringkali kita ini punya penyakit "lensa mata yang kurang fokus". Maksudnya gimana? Kita kalau lihat rezeki orang lain, masya Allah, fokusnya tajam sekali. Tetangga beli motor baru, kita tahu mereknya, cicilannya, sampai warna joknya kita hapal. Tapi giliran melihat nikmat sendiri, kok mata kita mendadak rabun? Lupa kalau tadi pagi masih bisa menghirup udara gratis, bisa makan nasi hangat, bahkan bisa tidur nyenyak tanpa harus beli obat tidur mahal-mahal.
Padahal Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7:
Ingat ya, Bapak-Ibu, syukur itu bukan cuma bilang "Alhamdulillah" pas habis makan kenyang. Syukur itu hati yang ridho. Rasulullah SAW bersabda:
Jadi, kalau tetangga sebelah baru saja beli kulkas dua pintu, jangan malah kita yang jadi kepanasan. Jangan sampai kita bilang, "Ah, paling itu kulkas hasil utang!" Itu namanya bukan iri, itu namanya menebar fitnah di atas penderitaan batin sendiri. Kalau tetangga beli kulkas, ya kita doakan, "Barakallah, semoga kulkasnya awet, Pak, jangan lupa kalau beli daging lebaran berbagi sama saya ya!" Nah, itu baru tetangga yang beriman.
Dulu, ada seorang ulama bernama Hasan Al-Bashri. Beliau pernah ditanya, "Mengapa orang beriman tidak dengki?" Beliau menjawab, "Bagaimana mungkin seorang mukmin dengki, sedangkan dia tahu bahwa rezeki sudah dibagi oleh Allah?" Lah, kalau Allah sudah bagi rezeki, terus Ibu-Ibu masih sibuk sirik sama tetangga, itu sama saja protes sama Tuhan. "Ya Allah, kenapa Dia yang dikasih mesin cuci, kok aku cuma dikasih jemuran?" Wah, jangan sampai seperti itu, ya. Nanti mesin cuci Ibu malah cepat rusak karena hatinya kurang sabar.
Orang yang iri itu sebenarnya sedang menyiksa diri sendiri. Bayangkan, tetangga yang disirikin lagi asyik makan soto, kita yang sirik malah sampai nggak bisa tidur, darah tinggi naik, muka ditekuk. Itu namanya "investasi sakit". Mau sampai kapan kita begini? Capek, Pak!
Mari kita perbaiki hati. Iri itu api, kalau dibiarkan membakar, yang terbakar bukan tetangganya, tapi pahala kita sendiri. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa iri hati bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Sayang kan, sudah rajin shalat jamaah, eh pahalanya habis gara-gara sibuk membatin soal tetangga.
Kesimpulannya, Bapak-Ibu yang dimuliakan Allah, pertama, sering-seringlah lihat ke bawah, banyak orang yang lebih susah dari kita. Kedua, jadikan nikmat orang lain sebagai motivasi, bukan malah jadi sumber kolesterol atau hipertensi. Ketiga, jadilah tetangga yang saling mendoakan, karena hidup bertetangga itu untuk saling menguatkan, bukan kompetisi pamer kekayaan.
Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari penyakit iri, dengki, dan sombong. Semoga kita dijadikan hamba yang selalu bersyukur sehingga nikmat Allah terus ditambah.
Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung, apalagi kalau tadi ada yang merasa tersindir pas saya bahas kulkas. Itu murni kebetulan saja, tidak ada niat untuk mencatat siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa yang kalau salah ya mohon dimaafkan, kalau benar ya silakan dijalankan.
Ya Allah, jadikanlah hati kami hati yang qana’ah, hati yang selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu. Jauhkanlah kami dari rasa iri terhadap tetangga kami. Karuniakanlah kami keberkahan dalam setiap rezeki yang Engkau titipkan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ