اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang saya hormati para alim ulama, bapak kiai, para asatidz dan asatidzah, wabil khusus kepada Bapak Kepala Desa yang senantiasa mengayomi warga, serta seluruh bapak-bapak, ibu-ibu, dan adik-adik sekalian yang wajahnya terlihat cerah berseri-seri, entah karena memang rajin berwudhu atau karena baru saja gajian.
Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini. Saya lihat wajah ibu-ibu di sini luar biasa, semangatnya mengalahkan semangat saat lagi ada diskon sembako. Terima kasih sudah meluangkan waktu, meninggalkan cucian dan urusan dapur demi mendengarkan ceramah. Insya Allah, pahalanya lebih besar daripada kalau ibu-ibu cuma memelototi HP sambil nonton drama Korea.
Hadirin yang berbahagia, hari ini kita bicara soal akhlak Nabi Muhammad ﷺ. Beliau itu kalau bicara soal akhlak, nomor satu. Bahkan Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qalam ayat 4:
Nabi kita itu luar biasa sabarnya. Pernah ada orang Arab Badui datang, narik jubah Nabi sampai leher beliau membekas merah, terus minta harta dengan kasar. Kalau zaman sekarang, mungkin sudah "viral" di TikTok dan orang itu langsung dikeroyok massa. Tapi apa kata Nabi? Beliau malah tersenyum dan menyuruh sahabat memberikan hartanya.
Nabi bersabda dalam sebuah hadits:
Nah, ini sindiran buat kita. Kadang kita ini semangat ibadahnya oke, tahajud rajin, puasa rutin, tapi kalau sama tetangga, "cemburu sosial"-nya tinggi. Ada tetangga beli motor baru, bukannya syukur malah bilang, "Ah, paling cicilannya banyak." Itu bukan akhlak Nabi, itu akhlak "detektif swasta"!
Ingat ya, Bu, Pak, akhlak itu bukan cuma soal ibadah mahdah, tapi gimana kita bermuamalah. Ada kisah seorang wanita yang rajin shalat malam tapi tetangganya terganggu karena lisannya. Nabi bilang dia di neraka. Wah, serem kan? Jadi, jangan sampai shalatnya khusyuk, tapi kalau lagi arisan, ghibahnya melampaui batas kecepatan cahaya.
Contoh akhlak Nabi itu simpel: beliau selalu tersenyum. Senyum itu ibadah, Pak. Kalau Bapak mau senyum sama istri, istri senang, rumah tangga tenang, Bapak jadi jarang kena marah. Tapi jangan senyum-senyum sendiri pas lagi naik motor, nanti disangka orang kurang sehat. Senyum yang maksudnya itu ramah ke tetangga, bantu yang kesusahan, dan tidak gampang tersinggung.
Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata:
Jadi, mari kita tiru Nabi. Kalau ada tetangga salah, jangan langsung emosi. Kalau ada orang desa kita yang lagi susah, dibantu, bukan malah dijadikan bahan gosip di warung kopi. Kalau kita bisa berakhlak seperti Nabi, insya Allah, desa kita ini bakal jadi desa yang berkah, damai, dan adem ayem.
Sebagai penutup, yuk kita komitmen mulai besok: kurangi ghibah, perbanyak senyum, dan kalau ada tetangga yang punya rezeki, kita doakan "Barakallah". Jangan sampai kita mengaku umat Nabi tapi akhlaknya masih jauh dari tuntunan beliau. Mari kita amalkan ilmu yang sedikit ini agar hidup kita lebih berkah.
Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan bapak-ibu sekalian. Kalau ada kata yang enak, silakan dibawa pulang. Kalau ada kata yang pahit, buang saja di jalan, tapi jangan sampai mengenai orang lain.
Ya Allah, jadikanlah kami umat yang mencintai Nabi-Mu dan mampu meneladani akhlak beliau dalam setiap langkah hidup kami. Amin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ