اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para sesepuh, alim ulama, tokoh masyarakat, Bapak Kepala Desa, Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta adik-adik yang saya cintai. Alhamdulillah, Bapak-Ibu, wajah-wajah di sini segar-segar semua. Tadi saya lihat, Ibu-ibu kalau ada pengajian begini, dandanannya masya Allah, luar biasa. Wanginya sampai ke depan, kayak lagi kondangan. Tapi ya begitulah, memuliakan Maulid Nabi memang harus dengan kegembiraan, ya Bu, ya?
Hadirin yang dimuliakan Allah, hari ini kita berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Ada orang bilang, "Pak Ustadz, buat apa sih repot-repot merayakan Maulid?" Wah, ini yang nanya mungkin kurang piknik atau kurang makan berkat, ya? Padahal, Maulid ini bukan sekadar soal berkat atau makanan, tapi soal cinta.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21:
Jadi, kalau kita merayakan Maulid, tujuannya supaya kita ingat lagi: "Oh, begini toh caranya jadi orang baik." Rasulullah itu kalau sama tetangga luar biasa santunnya. Tidak pernah julid, apalagi kalau tetangganya lagi beli barang baru, beliau justru mendoakan, bukan malah ngerumpi di depan warung. Kita ini kadang, Pak, Bu, jangankan meniru akhlak Nabi, lihat tetangga punya motor baru saja sudah mulai panas hatinya, itu di hati bukan ada zikir malah ada "AC" yang rusak!
Nabi ﷺ juga bersabda:
Coba kita cek hati kita. Kita cinta Nabi atau cinta HP? Kalau HP hilang, nangisnya tiga hari tiga malam. Tapi kalau lupa shalawat, malah santai saja. Lah, ini gimana? Memuliakan Maulid artinya kita mau "upgrade" cinta kita kepada Nabi. Jangan cuma cinta pas ada maulidan saja, tapi juga cinta dengan cara meniru sifat beliau. Sifat jujur, sifat amanah, sifat yang tidak suka marah-marah kalau lagi puasa, apalagi kalau lagi antre berkat.
Dulu di zaman sahabat, ada orang yang saking cintanya sama Nabi, setiap Nabi senyum, dia ikut senyum. Sampai-sampai kalau Nabi sedang sedih, dia ikut nangis. Nah, kita ini kalau lihat cicilan rumah yang menumpuk, nangisnya hebat. Tapi kalau ingat perjuangan Nabi dakwah di Thaif sampai kakinya berdarah, kita kadang malah menguap. Ayo, Bapak-Ibu, mumpung masih bulan Maulid, mari kita perbaiki shalat kita, perbaiki akhlak kita. Jangan sampai nanti di hari kiamat, kita teriak-teriak minta syafaat Nabi, pas Nabi nengok, "Eh, ini siapa ya? Kok saya tidak kenal?" Karena kita jarang bershalawat kepadanya.
Jadi, intinya, memuliakan Maulid Nabi itu adalah momen untuk "ngefans" sama Nabi dengan cara yang benar. Ikuti sunnahnya, perbanyak shalawatnya, dan yang paling penting, tebarkan kasih sayang antar sesama warga desa ini. Jangan ada lagi cekcok gara-gara beda pilihan atau masalah sepele di pengajian. Ingat, kita semua umat Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagai penutup, mari kita sama-sama berkomitmen: habis pulang dari acara ini, mulut kita harus lebih basah dengan shalawat, hati kita harus lebih lembut, dan perilaku kita harus mencerminkan akhlak Rasulullah. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, atau ada Bapak-Bapak yang merasa tersindir gara-gara tadi saya bahas soal motor baru. Saya minta maaf lahir batin.
Mari kita berdoa:
Ya Allah, jadikanlah Maulid ini sebagai momentum untuk menyatukan hati kami, menguatkan iman kami, dan memudahkan kami meneladani Rasul-Mu yang mulia. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dan bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridhai.
Terima kasih atas segala perhatiannya. Kurang lebihnya mohon dimaafkan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ