Logo Kangsantri AI

Berkah Pernikahan dalam Islam

Ceramah
R
Rajib komara
2 Juli 2026 4 menit baca 10 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّي...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (النساء: 1)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, para asatidz, para asatidzah, para tokoh masyarakat yang kami muliakan, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian, seluruh warga desa yang saya cintai karena Allah SWT.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Di momen yang berbahagia ini, kita bisa berkumpul di acara walimatul ursy, sebuah syukuran atas pernikahan Ananda [Sebutkan nama mempelai pria] dan Ananda [Sebutkan nama mempelai wanita]. Sungguh luar biasa, hati ini rasanya campur aduk, bahagia melihat dua insan ini bersatu, dipersatukan dalam ikatan yang suci dan mulia.

Bapak, Ibu sekalian, walimatul pernikahan ini bukan sekadar acara makan-makan, bukan sekadar tontonan. Ini adalah sebuah ibadah, sebuah syiar Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Menikah itu sunnahnya para nabi dan rasul, dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Makanya, kalau ada yang belum menikah, jangan khawatir, masih banyak stok jodoh dari Allah. Yang penting niatnya, siapkah lahir dan batin untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Nah, ngomong-ngomong soal pernikahan, banyak juga lho hikmahnya. Selain ibadah, ini juga bentuk pencegahan maksiat, melengkapi separuh agama, dan yang paling penting, ini adalah cara Allah untuk melestarikan keturunan umat manusia. Bayangkan kalau tidak ada pernikahan, nanti siapa yang mau meneruskan perjuangan bapak-bapak mencari nafkah? Siapa yang mau melayani ibu-ibu di rumah? (Tertawa ringan) Maksudnya, dalam arti yang positif ya, saling membantu.

Pernikahan itu ibarat menanam pohon. Awalnya mungkin kecil, perlu disiram, diberi pupuk, dirawat dengan sabar. Tapi kalau sudah besar dan kokoh, akarnya kuat menancap bumi, rantingnya rindang menaungi, buahnya manis dinikmati. Begitu pula rumah tangga, perlu perawatan ekstra dari kedua belah pihak. Suami harus siap menjadi nahkoda kapal, mengarahkan bahtera rumah tangga dengan bijaksana. Istri harus siap menjadi koki handal di dapur, menyiapkan hidangan lezat untuk suami dan anak-anak, serta menjadi ibu rumah tangga yang cerdas dan penyayang.

Bapak Ibu sekalian, dalam membangun rumah tangga, ada tiga pilar utama yang harus kokoh. Pertama, iman. Kalau imannya kuat, insya Allah segala cobaan bisa dihadapi. Kedua, ilmu. Ilmu agama dan ilmu dunia yang bermanfaat. Ketiga, adab atau akhlak yang mulia. Jadi, jangan sampai rumah tangganya megah tapi isinya berantakan. Rumah tangganya sederhana tapi penuh berkah.

Ingat pesan Rasulullah SAW:

"إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ"
(Artinya: "Apabila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridha agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.")

Ini penting, Bapak Ibu. Memilih pasangan hidup itu jangan hanya melihat tampang, apalagi harta. Harta bisa habis, tampang bisa berubah kalau sudah tua. Tapi kalau agamanya kuat, akhlaknya baik, insya Allah dia akan membawa kebaikan dunia akhirat. Seperti pepatah, "Biar miskin asal beriman, daripada kaya tapi durhaka." Daripada punya suami ganteng tapi tukang selingkuh, mending punya suami biasa tapi setia. (Tertawa lagi)

Dan untuk para suami, ingatlah pesan Rasulullah SAW:

"خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي"
(Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kalian terhadap keluargaku.")

Jadi, jangan sampai di luar rumah bersikap ramah tamah, tapi di rumah jadi singa. Kasih sayang itu harus dimulai dari rumah, dari keluarga.

Selanjutnya, untuk para istri. Ingatlah firman Allah SWT:

"وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ" (An-Nur: 60). Nah, ini ayat tentang yang sudah tua. Tapi semangatnya bisa dipetik untuk yang muda. Intinya, para wanita itu dianjurkan untuk menjaga diri, menjaga kehormatan.

Dan bagi para pengantin baru, inilah saatnya membangun istana cinta di dunia dan akhirat. Lupakan perbedaan, rengkuh persamaan. Dengarkan pasangan, saling memahami, saling mendoakan. Jangan sampai pertengkaran kecil menjadi besar, jangan sampai masalah remeh temeh membuat hati terluka. Kalau ada masalah, duduk bersama, bicara baik-baik, cari solusinya. Ingat, rumah tangga itu dibangun bukan diruntuhkan.

Pesan terakhir dari saya, jangan lupa untuk terus berdoa. Doakan rumah tangga kita, doakan anak-anak kita, doakan orang tua kita. Doa seorang anak untuk orang tuanya itu mengalir terus tanpa henti. Sama seperti doa orang tua untuk anaknya. Kadang kita lupa, tapi Allah tidak pernah lupa.

Semoga Ananda [Sebutkan nama mempelai pria] dan Ananda [Sebutkan nama mempelai wanita] menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah. Menjadi keluarga yang senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Dan menjadikan acara walimatul ursy ini sebagai awal dari kebahagiaan yang berlipat ganda.

Marilah kita tutup majelis yang penuh berkah ini dengan doa. Semoga Allah SWT mengabulkan segala hajat kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Terima kasih atas segala perhatiannya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan atau salah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →