Logo Kangsantri AI

Ujian Ilahi di Musim Kering

Khutbah Jumat
S
Salman Marzuki
2 Oktober 2026 4 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menegakkan langit tanpa tiang dan membentangkan bumi sebagai hamparan bagi kehidupan hamba-hamba-Nya. Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, pembawa risalah rahmat bagi semesta alam.

Di hari yang mulia dan penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan mutu ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketakwaan yang hakiki, yakni menjalankan segala titah perintah-Nya dengan penuh ketundukan, serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya dengan penuh kesadaran.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari-hari ini, kita semua menyaksikan dan merasakan ujian alam yang begitu nyata di hadapan kita. Terik matahari membakar dengan sengatan yang teramat terik, tanah-tanah merekah karena dahaga yang panjang, mata air menyusut, dan langit yang semestinya biru bersih kini tertutup pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda berbagai penjuru negeri.

Napas terasa sesak, pandangan mata menjadi terbatas, dan bumi seakan merintih menahan beban panas yang memanggang. Ketahuilah, kondisi cuaca ekstrem, kekeringan yang mencekik, dan pekatnya kabut asap bukanlah sekadar fenomena alam atau siklus musim belaka. Bagi seorang mukmin yang memiliki mata hati, semua ini adalah ayat-ayat kauniyah, tanda-tanda kebesaran Allah sekaligus peringatan keras bagi umat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang kita dengar tadi, bahwa kerusakan yang tampak di darat dan di lautan terjadi akibat ulah tangan manusia sendiri. Allah menimpakan sebagian dari akibat perbuatan itu agar manusia merasakan kepedihannya, dan dengan rasa perih itu mereka tersentak lalu kembali ke jalan Allah.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ketika sengatan matahari begitu menyiksa dan kabut asap membuat dada kita sempit, mari kita bawa jiwa kita merenung jauh ke depan. Panasnya dunia ini hanyalah setitik perbandingan dari dahsyatnya siksa akhirat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengingatkan kita dalam sebuah hadits:

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ

"Neraka mengadu kepada Tuhannya seraya berkata: Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain. Maka Allah mengizinkannya untuk menghembuskan dua kali nafas; satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Itulah puncak hawa panas yang kalian rasakan di musim panas dan puncak rasa dingin yang kalian rasakan di musim dingin." (HR. Bukhari dan Muslim).

Subhanallah. Jika baru hembusan nafas neraka yang terpantul di dunia saja telah membuat pepohonan hangus terbakar, hewan-hewan binasa, dan manusia limbung tak berdaya menahan terik dan sesaknya asap, lantas bagaimanakah keadaan kita kelak saat berdiri di Padang Mahsyar di bawah matahari yang didekatkan sejengkal di atas kepala? Bagaimana nasib kita jika tubuh yang rapuh ini harus berhadapan dengan kobaran api Jahannam yang menyala-nyala karena timbunan maksiat kita sendiri?

Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap pekat tidak hanya melahirkan kerugian materi dan penyakit fisik, tetapi juga mencerminkan adanya ketamakan, kelalaian, dan kerusakan moral. Ada tangan-tangan serakah yang membakar bumi demi mengejar keuntungan duniawi tanpa memikirkan penderitaan ribuan manusia dan makhluk Allah lainnya yang terzalimi. Rasulullah telah memperingatkan agar kita berbuat adil dan menyayangi seluruh ciptaan di bumi.

Selain itu, ketika hujan tertahan dari langit dan bumi dilanda kekeringan yang panjang, para salafus shalih tidak sibuk menyalahkan alam, melainkan mereka menundukkan kepala, memukul dada, dan memeriksa dosa-dosa mereka. Mereka sadar bahwa dosa dan kemaksiatan adalah penghalang utama turunnya rahmat dan hujan dari langit.

Obat dari gersangnya tanah dan pekatnya langit adalah kesadaran untuk bertaubat dan membasahi lisan dengan istighfar. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan seruan Nabi Nuh 'alaihissalam kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita jadikan kepulan asap yang mengaburkan pandangan ini sebagai pelecut untuk menjernihkan mata hati kita. Mari kita jadikan keringnya tanah dan panasnya udara sebagai peringatan agar hati kita tidak ikut mengeras dan mati.

Sudahi segala kezaliman terhadap alam dan sesama manusia. Berhentilah merusak bumi yang telah diamanahkan kepada kita. Basahi lisan kita dengan istighfar di setiap hembusan nafas, akui segala kelemahan dan kekhilafan kita di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.

Kita memohon kepada Allah, semoga Dia memadamkan api yang membakar hutan-hutan kita, membersihkan udara dari racun kabut asap, dan menyiram bumi kita dengan hujan rahmat yang membawa berkah, kesuburan, dan keselamatan bagi kita semua.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →