اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar takwa. Menjaga lisan, merawat hati, dan melangkah di atas jalan yang diridhai-Nya. Di siang yang mulia ini, di tempat yang penuh barokah ini, mari kita sejenak menundukkan hati, merenungi hakikat diri kita di hadapan Sang Khaliq. Siapakah kita sebenarnya? Apakah kita benar-benar hamba yang beriman, ataukah kita hanya sekadar manusia yang lisan-Nya bersaksi, namun hatinya lalai dari dzat yang memberi hidup?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Keimanan bukanlah sekadar isapan jempol, bukan pula pengakuan kosong tanpa bukti. Iman adalah cahaya yang menghujam ke dalam lubuk hati, yang memancar pada akhlak, dan mengejawantah dalam setiap amal perbuatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melukiskan dengan sangat indah, sangat agung, profil hamba-hamba-Nya yang memiliki iman yang sejati di dalam Al-Qur'anul Karim.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya (karenanya), dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Perhatikanlah ayat yang mulia ini. Allah tidak mendefinisikan orang beriman dari seberapa banyak harta mereka, bukan pula dari seberapa tinggi jabatan atau megah rumah mereka. Allah mendefinisikan orang beriman dari getaran hatinya.
Ciri pertama dari orang beriman adalah Al-Wajalu fil Qulub—hati yang bergetar tatkala nama Allah disebut. Bayangkan, jemaah sekalian. Ketika nama Allah Yang Maha Agung, Yang Maha Perkasa, Yang Menciptakan langit dan bumi disebut di hadapan mereka, kulit mereka merinding, hati mereka bergetar karena takut akan kebesaran-Nya dan rasa cinta yang mendalam. Apakah hati kita masih bergetar ketika mendengar nama Allah, ataukah ia telah membeku tertutup debu kemaksiatan dan kelalaian dunia?
Ciri yang kedua, iman mereka senantiasa bertumbuh. Wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhu zaadathum iimaana. Iman bukanlah garis lurus yang stagnan. Iman itu naik dan turun. Namun, ciri orang yang beriman sejati, setiap kali lembaran Al-Qur'an dibacakan di hadapannya, setiap kali nasihat agama menyapa telinganya, ada ketukan rindu yang membuat keimanannya semakin subur dan menghijau.
Dan ciri yang ketiga, puncak dari ketundukan itu adalah wa 'ala rabbihim yatawakkaluun—mereka menyandarkan seluruh hidup, mati, harapan, dan ketakutan mereka hanya kepada Allah Rabb semesta alam.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mari kita lengkapi gambaran mulia ini dengan firman Allah Ta'ala pada ayat berikutnya:
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
(Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Kepada mereka derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka serta ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
Allah menutup ayat ini dengan sebuah predikat yang sangat agung: Ulaaika humul mu'minuuna haqqaa—"Itulah orang-orang yang benar-benar beriman."
Mereka mendirikan shalat dengan khusyuk, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Jiwa mereka rindu untuk bersujud, air mata mereka siap menetes di sepertiga malam, memohon ampunan atas dosa-dosa yang kerap kali menumpuk. Dan tangan mereka ringan untuk berbagi, menyadari bahwa harta di tangan mereka bukanlah milik abadi, melainkan titipan untuk meringankan beban sesama.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mari kita koreksi diri kita hari ini. Di mana posisi kita di hadapan cermin Al-Qur'an ini? Masih adakah sisa-sisa kelalaian yang menguasai hari-hari kita? Mari kita bertaubat kepada Allah, memohon agar Dia melembutkan hati kita yang keras, menghidupkan nurani kita yang mati, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diakui keimanannya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ